Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyebut adanya rantai distribusi bahan pangan hasil produksi Jateng yang diambil keluar daerah dan dikemas ulang untuk kembali masuk dengan kemasan ulang sehingga sampai ke konsumen harganya lebih mahal, Kamis (13/8/26).

Kepala BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyebut adanya rantai distribusi bahan pangan hasil produksi Jateng yang diambil keluar daerah dan dikemas ulang untuk kembali masuk dengan kemasan ulang sehingga sampai ke konsumen harganya lebih mahal, Kamis (13/8/26).

KANAL KOTA – Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil berbagai komoditas pangan. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat harga pangan di wilayah ini selalu murah dari daerah lain.

Bank Indonesia mengungkap salah satu persoalannya berada pada rantai distribusi yang panjang berliku.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan, sebagian komoditas pangan produksi Jawa Tengah justru dibawa keluar daerah oleh agregator atau pedagang besar untuk dikemas maupun diolah.

Setelah dikemas dan berubah  menjadi barang jadi, produk tersebut kemudian dijual kembali masuk ke Jawa Tengah.

Kondisi tersebut membuat rantai distribusi menjadi lebih panjang dan berpotensi meningkatkan harga yang harus dibayar konsumen.

Baca Juga :  Wali Kota Pekalongan Dorong Penyaluran Bantuan Langsung ke Rekening Penerima

“Jadi Jawa Tengah ini merupakan produsen untuk bahan pangan, tapi kebanyakan diambil oleh agregator ataupun pedagang besar di luar Jawa Tengah untuk dikemas dan diolah selanjutnya, dan baru setelah jadi barang jadi masuk lagi ke Jawa Tengah,” jelasnya.

Untuk memotong rantai distribusi tersebut, BI bersama pemerintah daerah mendorong Kerja Sama Antar Daerah (KAD).

Salah satu upayanya dilakukan adalah melalui pertemuan antara produsen dengan pedagang besar atau offtaker.

“Pada 10 Juni lalu, sebanyak 99 offtaker atau pedagang besar dipertemukan dengan 111 produsen bahan pangan dari 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut berlangsung 177 sesi business matching secara one-on-one atau pertemuan tertutup antara kedua belah pihak.

Baca Juga :  10 Kota Terkaya di Dunia, Tokyo Teratas, New York Jadi Raja Pendapatan Fiskal

Adapun komoditas yang dipertemukan antara lain cabai, beras, jagung, minyak goreng, bawang merah dan telur ayam.

Tercatat 50 sesi business matching untuk cabai, 47 untuk beras, 27 jagung, 26 minyak goreng, 22 bawang merah dan lima sesi untuk telur ayam.

Sejumlah pertemuan tersebut bahkan masih dilanjutkan kembali dengan penandatanganan kerja sama antara kedua belah pihak.

Menurut BI, skema tersebut diharapkan membuat hasil produksi Jawa Tengah bisa langsung terserap dan diolah di dalam daerah tanpa harus keluar terlebih dahulu.

“Dengan begitu, rantai distribusi dapat dipangkas dan biaya yang akhirnya dibebankan kepada konsumen bisa ditekan,” jelasnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Realisasi Investasi Batang Tembus Rp8,8 Triliun, Lampaui Target Nasional
Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara
10 Kota Terkaya di Dunia, Tokyo Teratas, New York Jadi Raja Pendapatan Fiskal
10 Benda Termahal di Dunia, Ada yang Nilainya Tembus Ribuan Triliun Rupiah
Wali Kota Pekalongan Dorong Penyaluran Bantuan Langsung ke Rekening Penerima
BI Tegal Ingatkan UMKM Jangan Asal Tempel QRIS, Cek Berkala agar Uang Tak Salah Masuk
OJK Tegal Soroti Gap Literasi Keuangan, Warga Diminta Waspadai Penipuan Digital
Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Realisasi Investasi Batang Tembus Rp8,8 Triliun, Lampaui Target Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Kota Terkaya di Dunia, Tokyo Teratas, New York Jadi Raja Pendapatan Fiskal

Kamis, 17 September 2026 - 06:35 WIB

10 Benda Termahal di Dunia, Ada yang Nilainya Tembus Ribuan Triliun Rupiah

Rabu, 16 September 2026 - 12:12 WIB

Wali Kota Pekalongan Dorong Penyaluran Bantuan Langsung ke Rekening Penerima

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB