KANAL KOTA – Pertumbuhan ekonomi di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan menunjukkan kinerja positif. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi kawasan yang meliputi Kabupaten/Kota Pekalongan, Batang, Pemalang, Tegal dan Brebes tersebut mencapai 6,01 persen.
Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah maupun nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan pertumbuhan ekonomi di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan saat ini terutama didorong oleh meningkatnya investasi.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan media briefing Bank Indonesia di Hotel Amandaru, Kota Pekalongan.
“Eks-Karesidenan Pekalongan ini tumbuh 6,01 persen dan ini lebih tinggi dari pertumbuhan Jawa Tengah maupun nasional,” kata Bimala dalam paparannya, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi kawasan. Namun, investasi kini menjadi sektor dengan pertumbuhan yang paling menonjol.
Realisasi investasi di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan tercatat mencapai Rp7,56 triliun. Nilai tersebut setara sekitar sepertiga dari total investasi yang masuk ke Jawa Tengah.
Masuknya investasi dalam jumlah besar juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
Bimala menyebut investasi di kawasan tersebut telah menyerap hampir 19.000 tenaga kerja atau sekitar 20,6 persen dari total penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah.
“Selain di Batang, Brebes, Tegal ini juga banyak sekali investasi-investasi baru yang masuk,” ujarnya.
Salah satu motor utama investasi berada di Kabupaten Batang, terutama melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Realisasi investasi di Batang tercatat mencapai Rp3,88 triliun. Kawasan tersebut juga telah menarik 41 tenant dengan total komitmen investasi lebih dari Rp55 triliun.
Beragam sektor masuk ke kawasan industri tersebut, mulai dari industri alas kaki, kaca, energi baru, kesehatan, furnitur hingga pusat data atau data center.
Bimala menilai perkembangan investasi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Eks-Karesidenan Pekalongan.
Di tengah pertumbuhan ekonomi tersebut, stabilitas harga juga masih terjaga. Inflasi wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan pada Juli tercatat sebesar 2,62 persen secara tahunan atau year-on-year.
Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi kawasan masih berlangsung dengan dukungan investasi, sementara stabilitas harga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dan Bank Indonesia.
BI Tegal bersama pemerintah daerah juga terus menjalankan berbagai program pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, digitalisasi transaksi serta pemberdayaan UMKM untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












