Investasi Rp6,1 Triliun Dongkrak Ekonomi Batang, Ribuan Warga Kini Bekerja di Sektor Formal

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gencarnya investasi masuk yang menaikkan pertumbuhan ekonomi nyaris menembus 8 digit membuat warga Kabupaten Batang kini menikmati kemakmuran dan bekerja di sektor formal di kawasan industri, Rabu (29/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Gencarnya investasi masuk yang menaikkan pertumbuhan ekonomi nyaris menembus 8 digit membuat warga Kabupaten Batang kini menikmati kemakmuran dan bekerja di sektor formal di kawasan industri, Rabu (29/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Arus investasi yang terus mengalir ke Kabupaten Batang mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah. Selain mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,79 persen sepanjang 2025, investasi juga mendorong penyerapan ribuan tenaga kerja dan meningkatkan kinerja ekspor.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan pertumbuhan ekonomi Batang pada kuartal IV 2025 bahkan sempat menembus angka di atas 8 persen. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi daerah ditutup di angka 7,79 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang year-on-year pada tahun 2025 ditutup di angka 7,79 persen. Ini menunjukkan investasi memberikan dampak yang nyata terhadap perekonomian daerah,” kata Faiz, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, investasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Banyak warga yang sebelumnya bekerja di sektor informal kini beralih ke pekerjaan formal dengan pendapatan dan perlindungan kerja yang lebih baik.

“Yang semula tidak punya pekerjaan menjadi punya pekerjaan. Yang semula bekerja di sektor informal kini bisa masuk ke sektor formal dengan kepastian gaji, jaminan kesehatan, dan keselamatan kerja,” ujarnya.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Pemalang, Pemeriksaan Maraton Digelar di Polres

Pada semester pertama 2026, realisasi investasi di Kabupaten Batang telah mencapai sekitar Rp6,1 triliun. Investasi tersebut didominasi kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Grand Batang Industrial Park, serta kawasan industri penunjang lainnya.

Dampaknya juga terlihat pada sektor perdagangan luar negeri. Nilai ekspor Kabupaten Batang sepanjang 2025 mencapai 378,24 juta dolar AS, atau melonjak 153,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sektor ketenagakerjaan, program penempatan tenaga kerja yang dijalankan pemerintah daerah berhasil menyalurkan sekitar 8.200 tenaga kerja. Capaian tersebut turut menurunkan angka pengangguran terbuka sekitar 2.500 orang, menjadikan Batang sebagai salah satu daerah dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Jawa Tengah.

Pertumbuhan ekonomi juga berdampak pada sektor jasa dan pariwisata. Jumlah penumpang yang turun di Stasiun Batang sepanjang 2025 meningkat sekitar 41 persen menjadi 49 ribu orang. Kenaikan mobilitas tersebut ikut menggerakkan sektor perhotelan, restoran, hiburan, hingga usaha mikro di sekitar kawasan industri.

Baca Juga :  Menteri PKP Wajibkan Tiap Rumah Subsidi Tanam Satu Pohon

Untuk menjaga tren investasi tetap positif, Pemerintah Kabupaten Batang juga mulai memperkuat layanan perizinan berbasis digital melalui aplikasi Batang InvesTA. Sistem ini memungkinkan calon investor memperoleh informasi mengenai lokasi yang dapat dikembangkan sehingga meminimalkan risiko pembelian lahan yang tidak sesuai dengan tata ruang.

Faiz mengatakan digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat proses investasi sekaligus memberikan kepastian kepada investor sebelum menanamkan modalnya di Kabupaten Batang.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang Margo Santosa menjelaskan Batang InvesTA mengintegrasikan berbagai informasi investasi dalam satu platform sehingga calon investor dapat mengakses data tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

“Kami ingin seluruh informasi investasi tersedia dalam satu sistem sehingga investor bisa mengetahui peluang investasi dan status lahannya secara lebih cepat dan mudah,” kata Margo.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya
Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia
Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional
BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah
Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal
Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang
Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya
Panen Raya Berlalu, BI Waspadai Daya Beli Petani Jateng Mulai Tertahan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:51 WIB

Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:45 WIB

BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal

Berita Terbaru