BATANG, KANALPLUS.ID – Arus investasi yang terus mengalir ke Kabupaten Batang mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah. Selain mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,79 persen sepanjang 2025, investasi juga mendorong penyerapan ribuan tenaga kerja dan meningkatkan kinerja ekspor.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan pertumbuhan ekonomi Batang pada kuartal IV 2025 bahkan sempat menembus angka di atas 8 persen. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi daerah ditutup di angka 7,79 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang year-on-year pada tahun 2025 ditutup di angka 7,79 persen. Ini menunjukkan investasi memberikan dampak yang nyata terhadap perekonomian daerah,” kata Faiz, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, investasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Banyak warga yang sebelumnya bekerja di sektor informal kini beralih ke pekerjaan formal dengan pendapatan dan perlindungan kerja yang lebih baik.
“Yang semula tidak punya pekerjaan menjadi punya pekerjaan. Yang semula bekerja di sektor informal kini bisa masuk ke sektor formal dengan kepastian gaji, jaminan kesehatan, dan keselamatan kerja,” ujarnya.
Pada semester pertama 2026, realisasi investasi di Kabupaten Batang telah mencapai sekitar Rp6,1 triliun. Investasi tersebut didominasi kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Grand Batang Industrial Park, serta kawasan industri penunjang lainnya.
Dampaknya juga terlihat pada sektor perdagangan luar negeri. Nilai ekspor Kabupaten Batang sepanjang 2025 mencapai 378,24 juta dolar AS, atau melonjak 153,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sektor ketenagakerjaan, program penempatan tenaga kerja yang dijalankan pemerintah daerah berhasil menyalurkan sekitar 8.200 tenaga kerja. Capaian tersebut turut menurunkan angka pengangguran terbuka sekitar 2.500 orang, menjadikan Batang sebagai salah satu daerah dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Jawa Tengah.
Pertumbuhan ekonomi juga berdampak pada sektor jasa dan pariwisata. Jumlah penumpang yang turun di Stasiun Batang sepanjang 2025 meningkat sekitar 41 persen menjadi 49 ribu orang. Kenaikan mobilitas tersebut ikut menggerakkan sektor perhotelan, restoran, hiburan, hingga usaha mikro di sekitar kawasan industri.
Untuk menjaga tren investasi tetap positif, Pemerintah Kabupaten Batang juga mulai memperkuat layanan perizinan berbasis digital melalui aplikasi Batang InvesTA. Sistem ini memungkinkan calon investor memperoleh informasi mengenai lokasi yang dapat dikembangkan sehingga meminimalkan risiko pembelian lahan yang tidak sesuai dengan tata ruang.
Faiz mengatakan digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat proses investasi sekaligus memberikan kepastian kepada investor sebelum menanamkan modalnya di Kabupaten Batang.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang Margo Santosa menjelaskan Batang InvesTA mengintegrasikan berbagai informasi investasi dalam satu platform sehingga calon investor dapat mengakses data tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
“Kami ingin seluruh informasi investasi tersedia dalam satu sistem sehingga investor bisa mengetahui peluang investasi dan status lahannya secara lebih cepat dan mudah,” kata Margo.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













