KPK Angkut Tiga Motor Mewah dari Rumah Orang Dekat Bupati Pemalang, Begini Penampakannya

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penampakan tiga motor mewah yang diangkut KPK menggunakan mobil towing disita dari rumah orang dekat Bupati Pemalang, Jumat (31/7/26). Foto : Istimewa

Penampakan tiga motor mewah yang diangkut KPK menggunakan mobil towing disita dari rumah orang dekat Bupati Pemalang, Jumat (31/7/26). Foto : Istimewa

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Mohamad Haris alias Gus Haris, orang yang disebut sebagai orang dekat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, di Jalan Belimbing, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jumat (31/7/2026). Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan tiga unit sepeda motor mewah yang dibawa menggunakan mobil towing.

Berdasarkan kesaksian warga sekitar, Fery Riyan (29), rombongan KPK tiba di lokasi sekitar pukul 08.42 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian.

“Kurang lebih jam 08.42 WIB ada enam mobil KPK masuk ke Jalan Belimbing, Banyumudal, Moga. Selain mobil KPK juga ada mobil polisi yang mengawal,” kata Fery kepada wartawan.

Menurutnya, proses penggeledahan berlangsung sekitar tiga jam. Selama itu, sejumlah penyidik terlihat keluar masuk rumah untuk melakukan pemeriksaan.

Usai penggeledahan, penyidik membawa sejumlah barang dari dalam rumah, termasuk tiga sepeda motor mewah milik Muhamad Haris.

“Salah satunya tiga unit Harley-Davidson dengan berbagai tipe yang dibawa menggunakan kendaraan towing. Warga belum mengetahui kendaraan itu dibawa ke mana,” ujarnya.

Baca Juga :  Sudah Lewati Enam Negara, Pesepeda Keliling Asia Asal Iran Ini Justru Jatuh Hati pada Keramahan Warga Indonesia

Pantauan di lokasi sebelumnya juga menunjukkan kendaraan yang diamankan penyidik terdiri atas dua unit Harley-Davidson dan satu unit motor trail Honda CRF. Seluruh kendaraan tersebut telah dipasangi segel KPK sebelum dibawa dari lokasi.

Penggeledahan di rumah Gus Haris merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi berupa pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Sehari sebelumnya, KPK mengumumkan telah menaikkan perkara ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Mohamad Haris alias Gus Haris (GHA), pegawai KPK Setya Budi Dias Oktavianto (DIS), dan Lilik Budi yang merupakan ayah DIS.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan penyidikan dilakukan dalam dua klaster perkara.

“Tadi malam KPK telah melakukan ekspose atau gelar perkara dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan, dengan dua klaster perkara,” kata Budi dalam konferensi pers, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga :  KPK Segel Ruang Kepala DPUPR Pemalang, Penyidikan OTT Mulai Menyasar Kantor Pemerintah

Klaster pertama berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang diduga dilakukan Bupati Pemalang terhadap jajaran di bawahnya dan sejumlah pihak swasta.

Sementara klaster kedua menyangkut dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oknum pegawai KPK, Setya Budi Dias Oktavianto, terhadap Bupati Pemalang.

“Atas dua klaster penyidikan tersebut berdasarkan kecukupan alat bukti yang sah, penyidik kemudian telah menetapkan empat orang sebagai tersangka,” ujar Budi.

Keempat tersangka telah ditahan sejak Kamis (30/7/2026) untuk kepentingan penyidikan.

Penggeledahan di rumah Muhamad Haris menjadi rangkaian awal penelusuran aset dan barang bukti pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang. Setelah dari Kecamatan Moga, tim KPK juga melanjutkan penggeledahan ke kantor sekaligus rumah dinas Bupati Pemalang guna mencari barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB