Makam Sutrimo Dijaga Polisi, Kematian Pria yang Disebut Kepercayaan Eks Jampidsus Kini Menunggu Ekshumasi

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Makam Sutrimo di Desa Wlahar dijaga Polisi, Senin (10/8/26). Foto : Ilustrasi AI

Makam Sutrimo di Desa Wlahar dijaga Polisi, Senin (10/8/26). Foto : Ilustrasi AI

KANAL BANYUMAS – Makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan kematian pria yang disebut bekerja sebagai kepala rumah tangga sekaligus orang kepercayaan di kediaman mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

Polresta Banyumas memastikan siap memfasilitasi ekshumasi jika Polda Metro Jaya memutuskan melakukan pembongkaran makam untuk kepentingan penyelidikan.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi mengatakan perkara kematian Sutrimo telah dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya.

“Kami manut dengan jadwal dan agenda Polda Metro Jaya. Misalkan hari ini kami siap, besok siap, lusa siap,” kata Petrus, Senin (10/8/2026).

Bukan hanya makam yang mendapat perhatian. Rumah keluarga Sutrimo juga disebut mendapat pengawasan polisi setelah keluarga mengajukan permohonan perlindungan.

Pengacara keluarga, Aan Rohaeni, mengatakan penjagaan tersebut diberikan setelah keluarga membuat laporan mengenai dugaan kematian tidak wajar Sutrimo.

“Bukan hanya rumah, kuburan juga per hari ini dijaga,” ujarnya.

Keluarga sebelumnya tidak langsung mencurigai kematian Sutrimo. Saat jenazah tiba di Banyumas pada malam 23 Juli 2026, keluarga disebut menerima informasi bahwa Sutrimo meninggal karena sakit. Jenazah juga telah dikafani sehingga keluarga langsung memakamkannya.

Baca Juga :  SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Pertanyaan mulai muncul setelah sejumlah barang pribadi Sutrimo, termasuk telepon seluler dan dompet, tidak kunjung dikembalikan.

Pihak yang mengantar jenazah disebut sempat berjanji akan mengirimkan barang tersebut ke keluarga pada hari berikutnya. Namun, menurut keluarga, janji itu tidak terealisasi dan orang yang sebelumnya dapat dihubungi kemudian sulit dihubungi.

Keluarga juga mengaku baru mengetahui adanya informasi mengenai kondisi jenazah yang disebut terdapat busa pada bagian mulut dan hidung.

Menurut Aan, informasi tersebut tidak tercantum dalam dokumen yang diterima keluarga saat jenazah diserahkan. Keluarga kemudian memperoleh formulir kronologis yang disebut memuat informasi tersebut.

Sementara itu, beberapa jam sebelum kabar kematian diterima keluarga, Sutrimo masih berkomunikasi dengan keluarganya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, ia masih mengirim foto makanan. Sekitar pukul 06.00 WIB, pesan dari keluarganya disebut telah terbaca. Namun sekitar pukul 08.30 WIB, keluarga justru menerima kabar bahwa Sutrimo telah meninggal.

Baca Juga :  Batang Wajibkan Pengembang Sediakan Lahan Makam, Aturan Baru Berlaku untuk Seluruh Perumahan

Rangkaian pertanyaan tersebut akhirnya mendorong keluarga melapor ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026).

Laporan tersebut tercatat dalam STTLP Nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Kini perkara telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Polresta Banyumas menyatakan siap membantu seluruh kebutuhan penyelidikan, termasuk apabila makam Sutrimo nantinya diekshumasi.

Belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan kematian Sutrimo sebagai akibat tindak pidana. Ekshumasi, apabila dilakukan, diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menjawab pertanyaan mengenai penyebab kematian pria tersebut.

Di tengah proses penyelidikan, keluarga juga meminta perlindungan karena mengaku khawatir perkara tersebut berkaitan dengan pihak yang memiliki posisi atau pengaruh besar.

Meski demikian, pengacara keluarga menyatakan hingga kini tidak ada ancaman atau intimidasi yang diterima keluarga.

Kasus ini kini menunggu langkah lanjutan Polda Metro Jaya, termasuk kemungkinan ekshumasi untuk memperjelas penyebab kematian Sutrimo.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi
Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga
Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan
Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi

Senin, 28 September 2026 - 17:20 WIB

Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Selasa, 15 September 2026 - 06:10 WIB

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan

Berita Terbaru

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB