Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyebut Jateng mengalami deflasi sekitar 0,13 persen pada periode terakhir, sehingga inflasi tahunan turun dari 2,92 persen menjadi 2,6 persen, Kamis (13/8/26).

Kepala BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyebut Jateng mengalami deflasi sekitar 0,13 persen pada periode terakhir, sehingga inflasi tahunan turun dari 2,92 persen menjadi 2,6 persen, Kamis (13/8/26).

KANAL KOTA – Tekanan inflasi di Jawa Tengah mulai mereda. Bank Indonesia mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi sekitar 0,13 persen pada periode terakhir, sehingga inflasi tahunan turun dari 2,92 persen menjadi 2,6 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan, hampir seluruh wilayah yang menjadi pantauan inflasi menunjukkan penurunan harga dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara tahunan, inflasi Jawa Tengah juga masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen. Namun, BI belum sepenuhnya bisa bernapas lega.

Sejumlah komoditas pangan yang harganya mudah bergejolak atau volatile food masih menjadi perhatian.

Baca Juga :  Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal

Komoditas tersebut antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, hingga beras.

“Inflasinya terkendali, tapi volatile food-nya kita masih perlu effort lebih lagi untuk menjaga supaya dia tidak meningkat terlalu signifikan,” kata Nunu, sapaan karib Mohamad Noor Nugroho di Kota Pekalongan, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, kenaikan harga pangan memiliki dampak yang luas karena langsung dirasakan masyarakat.

Kelompok masyarakat dengan pendapatan relatif tetap dinilai menjadi pihak yang paling rentan terdampak ketika harga kebutuhan pokok meningkat.

Karena itu, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui intervensi pemerintah dan TPID, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku konsumen.

Baca Juga :  Jadi Rest Area Wisatawan Guci, Masjid Baru TMU Berpotensi Angkat Ekonomi Masyarakat Tegal

BI mendorong masyarakat menerapkan prinsip belanja bijak, antara lain membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun bahan pangan.

Masyarakat juga didorong memanfaatkan alternatif bahan pangan olahan untuk mengurangi ketergantungan terhadap komoditas segar yang sangat dipengaruhi musim.

Salah satu contohnya adalah penggunaan cabai olahan sebagai alternatif cabai segar.

Dengan umur simpan yang lebih panjang, penggunaan produk olahan dinilai dapat membantu mengurangi tekanan harga yang muncul akibat faktor musiman.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional
BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah
Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal
Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya
Panen Raya Berlalu, BI Waspadai Daya Beli Petani Jateng Mulai Tertahan
Investasi Jateng Mulai Melambat, Sektor Konstruksi Ikut Terkoreksi
Pertumbuhan Ekonomi Jateng Masih Solid, Tapi Daya Beli Mulai Jadi Alarm
Investasi Rp6,1 Triliun Dongkrak Ekonomi Batang, Ribuan Warga Kini Bekerja di Sektor Formal
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:45 WIB

BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya

Berita Terbaru