Investasi Jateng Mulai Melambat, Sektor Konstruksi Ikut Terkoreksi

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

πŸ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengakui investasi di wilayah kerjanya melambat pada Triwulan II sebesar 8,84 persen dibanding sebelumnya, Kamis (13/8/26).

Kepala BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengakui investasi di wilayah kerjanya melambat pada Triwulan II sebesar 8,84 persen dibanding sebelumnya, Kamis (13/8/26).

KANAL KOTA – Investasi masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Namun, kinerjanya pada triwulan II 2026 mulai menunjukkan perlambatan.

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan investasi Jawa Tengah pada triwulan II mencapai 8,84 persen. Angka tersebut masih tergolong tinggi, tetapi lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 9,61 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan, investasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus turut menjadi magnet investasi, termasuk investasi yang berasal dari luar Jawa Tengah.

β€œInvestasi itu merupakan tulang punggung ataupun faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Jawa Tengah,” ujarnya saat paparan Produk Regional Domestik Bruto (PDRB) di Kota Pekalongan, kamis (13/8/2026).

Baca Juga :  Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu

Namun, perlambatan investasi pada triwulan II turut memberikan dampak terhadap sektor lain, terutama konstruksi. Pertumbuhan sektor konstruksi tercatat turun dari 8,5 persen menjadi 5,22 persen.

Menurut Nunu, sapaan karib Mohamad Noor Nugroho, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II sedikit lebih moderat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2026 tumbuh 5,71 persen, melambat dari 5,89 persen pada triwulan sebelumnya.

Meski demikian, BI masih melihat pertumbuhan tersebut sebagai angka yang cukup solid.

Perkembangan investasi menjadi penting karena Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir terus mengandalkan masuknya investasi untuk memperkuat struktur ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menggerakkan sektor turunannya.

Baca Juga :  Godaan Rp15 Juta Bisa Hancurkan Karier Wasit, Ini Peringatan untuk Calon Pengadil Renang

Karena itu, perlambatan investasi perlu dicermati agar tidak berlanjut dan memengaruhi sektor ekonomi lainnya.

Perlambatan investasi tersebut juga kemudian ikut tercermin pada sektor konstruksi yang pertumbuhannya turun dari 8,5 persen menjadi 5,22 persen.

Sementara sektor pertanian juga mengalami kontraksi. Kondisi ini dinilai berkaitan dengan faktor musiman karena periode panen raya telah berlalu.

β€œYang perlu kita waspadai adalah karena belum ada income dari panen, otomatis daya belinya mungkin agak sedikit tertahan di petani,” jelasnya.

Karena itu, meskipun pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah masih tergolong solid, BI menilai perkembangan konsumsi dan daya beli masyarakat perlu menjadi perhatian pada periode berikutnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional
BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah
Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal
Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang
Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya
Panen Raya Berlalu, BI Waspadai Daya Beli Petani Jateng Mulai Tertahan
Pertumbuhan Ekonomi Jateng Masih Solid, Tapi Daya Beli Mulai Jadi Alarm
Investasi Rp6,1 Triliun Dongkrak Ekonomi Batang, Ribuan Warga Kini Bekerja di Sektor Formal
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:45 WIB

BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya

Berita Terbaru