KANAL BANYUMAS – Perkara kematian Sutrimo memasuki babak baru. Setelah keluarga melaporkan dugaan kematian tidak wajar, polisi kini memberikan perlindungan terhadap keluarga sekaligus melakukan pengawasan di rumah dan makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi membenarkan adanya permintaan perlindungan dari keluarga Sutrimo.
“Kita sudah memberikan perlindungan. Teknisnya tidak mungkin kita sampaikan,” kata Petrus, Senin (10/8/2026).
Pengacara keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan pengamanan tidak hanya dilakukan terhadap keluarga. Menurut dia, makam Sutrimo juga mendapat penjagaan.
“Bukan hanya rumah, kuburan juga per hari ini dijaga,” ujarnya.
Di sisi lain, Polresta Banyumas memastikan siap membantu proses ekshumasi apabila Polda Metro Jaya memutuskan melakukan pembongkaran makam untuk kepentingan penyelidikan.
Petrus mengatakan perkara tersebut kini telah dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya sehingga pelaksanaan ekshumasi akan menunggu agenda dari penyidik Polda Metro Jaya.
“Misalkan hari ini, kami siap. Besok siap, lusa siap. Pokoknya kami siap memfasilitasi dan memback-up apabila dilakukan ekshumasi,” tegas Petrus.
Ekshumasi nantinya menjadi salah satu tahapan penting apabila dilakukan untuk membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo secara lebih terang.
Sutrimo meninggal dunia di depan Klinik Kecantikan Mordent, kawasan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026.
Ia kemudian dimakamkan di Desa Wlahar pada malam hari. Sebelumnya keluarga mengaku tidak langsung mencurigai kematian tersebut. Namun, persoalan barang pribadi yang belum kembali, informasi mengenai kondisi jenazah yang baru diketahui kemudian, serta komunikasi Sutrimo dengan keluarga beberapa jam sebelum ditemukan meninggal membuat keluarga memilih melaporkan perkara tersebut.
Laporan dibuat di Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) malam dan tercatat dalam STTLP Nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian Sutrimo. Proses penyelidikan diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang masih tersisa.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













