Ditemukan Meninggal Tak Wajar, Pegawai Lapas di Batang Diduga Terjerat Pinjol dan Judol

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pegawai Lapas Kelas IIB Batang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tak wajar oleh istrinya, Minggu (19/7/26).

Pegawai Lapas Kelas IIB Batang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tak wajar oleh istrinya, Minggu (19/7/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Peristiwa memilukan sekaligus  Ironis muncul di dunia pemasyarakatan di Kabupaten Batang. Seorang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang berinisial DT (35), yang sehari-hari bertugas di bagian pembinaan warga binaan, ditemukan meninggal dunia di rumah istrinya di Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal, Jumat 17 Juli 2026.

Di balik peristiwa tersebut, polisi mengungkap dugaan awal yang memunculkan ironi. Korban disebut diduga mengalami tekanan akibat persoalan pinjaman online (pinjol) serta kebiasaan bermain judi online (judol), termasuk permainan yang dikenal dengan nama ‘Petir Zeus’.

Kasatreskrim Polresta Batang IPTU Albertus Sudaryono mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut.

“Korban merupakan pegawai Lapas Batang. Kami menerima informasi terkait peristiwa tersebut dan telah melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Wonotunggal serta Polsek Blado,” kata Albertus, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga :  Bidik Tuan Rumah Porprov Jateng, Batang Siapkan Fasilitas Publik untuk Bangun Budaya Olahraga,

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya yang baru pulang mengajar pada Jumat siang. Mengetahui kondisi suaminya, sang istri segera menghubungi keluarga untuk meminta pertolongan.

Salah seorang anggota keluarga bersama kakak kandung korban kemudian datang ke lokasi. Atas kesepakatan keluarga, jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah orang tua korban di Kecamatan Blado.

Albertus menjelaskan, polisi baru menerima informasi setelah proses evakuasi dilakukan oleh pihak keluarga.

“Petugas Polsek Wonotunggal mendapatkan informasi setelah korban dievakuasi keluarga. Selanjutnya anggota mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan Polsek Blado serta keluarga korban,” ujarnya.

Dalam proses pendalaman, polisi memperoleh informasi bahwa korban diduga memiliki persoalan keuangan akibat pinjaman online. Selain itu, korban juga diduga kerap bermain judi online yang belakangan marak menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Meski demikian, Albertus menegaskan seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan awal yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  PT KAI dan dan Pemda Batang Bersihkan Jalan Pattimura, 73 Kios Tempati Aset Perusahaan Direlokasi

“Kami masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui secara utuh latar belakang peristiwa ini,” tegasnya.

Pihak keluarga telah menyatakan menerima peristiwa tersebut dan membuat surat pernyataan tidak akan menempuh jalur hukum terhadap pihak mana pun.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan serangkaian penyelidikan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kematian serta memastikan tidak terdapat unsur tindak pidana.

Peristiwa ini menjadi ironi di tengah gencarnya pemberantasan judi online oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. Sosok yang sehari-hari bekerja di institusi pemasyarakatan, tempat pembinaan bagi para pelanggar hukum, justru diduga ikut terjerat praktik judi online dan tekanan ekonomi akibat pinjaman daring.

Kasus tersebut masih dalam penanganan Polresta Batang untuk melengkapi seluruh fakta dan memastikan penyebab pasti di balik meninggalnya korban.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru