BATANG, KANALPLUS.ID – Lonjakan investasi di Kabupaten Batang pada Triwulan I 2026 tak sekadar menempatkannya di posisi teratas di Jawa Tengah, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi daerah.
Berdasarkan data per Senin 4 Mei 2026, total realisasi investasi di Batang mencapai Rp3,88 triliun. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp3,68 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp202,6 miliar.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang melalui Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya, Sri Cahyaningrum, menyebut capaian ini menempatkan Batang sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.
“Batang berada di peringkat pertama, diikuti Kabupaten Kendal dengan Rp3,6 triliun dan Kota Semarang sebesar Rp3 triliun,” jelasnya, Senin (4/5/2026).
Namun, di balik angka besar tersebut, dampak paling terasa justru pada sektor ketenagakerjaan. Sepanjang triwulan pertama, investasi yang masuk berhasil menyerap 2.933 tenaga kerja baru.
Menariknya, sektor dengan nilai investasi terbesar bukanlah penyerap tenaga kerja terbanyak. Sektor Listrik, Gas, dan Air memang mendominasi nilai investasi dengan Rp1,6 triliun, tetapi sektor industri kayu justru menjadi penyumbang terbesar dalam penciptaan lapangan kerja.
“Sektor industri kayu menyerap 972 tenaga kerja, disusul industri lainnya 678 tenaga kerja, dan industri tekstil 524 tenaga kerja,” ungkap Sri.
Selain sektor energi, geliat investasi juga terlihat pada industri manufaktur dan padat teknologi. Industri mesin dan elektronik menyumbang Rp857,5 miliar, industri tekstil Rp561,3 miliar, industri kimia dan farmasi Rp221,2 miliar, serta sektor industri lainnya sebesar Rp202 miliar.
Komposisi ini menunjukkan bahwa Batang tidak hanya menarik investasi besar, tetapi juga mulai berkembang sebagai pusat industri yang beragam.
Dengan capaian tersebut, Batang kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Arus investasi yang kuat di awal tahun menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembangunan, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah pun optimistis tren ini akan terus berlanjut, seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Batang.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













