BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyatakan digitalisasi sistem pembayaran merupakan strategi untuk mendukung UMKM, Kamis (13/8/26).

Kepala BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyatakan digitalisasi sistem pembayaran merupakan strategi untuk mendukung UMKM, Kamis (13/8/26).

KANAL KOTABank Indonesia terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran di Jawa Tengah melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan, digitalisasi sistem pembayaran merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, penggunaan QRIS membuat transaksi menjadi lebih cepat dan efisien serta aman dalam transaksi non tunai atau cashless.

“Tujuannya untuk efisiensi transaksi. Mudah-mudahan terus berkembang sehingga transaksi bisa lebih efisien, lebih cepat, dan juga bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya kepada wartawan di Kota Pekalongan, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga :  Investasi Jateng Mulai Melambat, Sektor Konstruksi Ikut Terkoreksi

Pengembangan QRIS juga diarahkan untuk mendukung kemudahan transaksi para pelaku UMKM.

BI Jawa Tengah menjalankan berbagai program yang menggabungkan digitalisasi pembayaran dengan pengembangan ekonomi lokal.

Salah satunya melalui program QRIS Jelajah Kuliner yang tidak hanya memperkenalkan penggunaan QRIS, tetapi juga mempromosikan berbagai produk kuliner Jawa Tengah.

Baca Juga :  Jembatan Putus, Dua Dukuh di Desa Galangpengampon yang Terisolasi Akhirnya Tersambung Kembali Lewat Program TNI

Program tersebut menyasar kuliner yang dinilai memiliki potensi sebagai hidden gem maupun kuliner legendaris.

Promosi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kuliner.

Selain digitalisasi, BI juga terus mendorong pengembangan UMKM konvensional maupun syariah.

Pengembangan UMKM menjadi salah satu bagian dari strategi BI dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap bergerak ketika sejumlah indikator makro mulai menunjukkan perlambatan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional
Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal
Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang
Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya
Panen Raya Berlalu, BI Waspadai Daya Beli Petani Jateng Mulai Tertahan
Investasi Jateng Mulai Melambat, Sektor Konstruksi Ikut Terkoreksi
Pertumbuhan Ekonomi Jateng Masih Solid, Tapi Daya Beli Mulai Jadi Alarm
Investasi Rp6,1 Triliun Dongkrak Ekonomi Batang, Ribuan Warga Kini Bekerja di Sektor Formal
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:45 WIB

BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya

Berita Terbaru