Baru Sepekan Buka, Seafood Gerobak di Tengah Kampung Bojong Ini Usung Konsep Live Cooking dan Sajikan Cita Rasa Pesisir

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Meski baru dirintis sepekan, usaha kuliner Seafood MA Food sudah mulai menjadi jujukan penggemar masakan laut di sekitar Kabupaten Pekalongan

Meski baru dirintis sepekan, usaha kuliner Seafood MA Food sudah mulai menjadi jujukan penggemar masakan laut di sekitar Kabupaten Pekalongan

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Menikmati seafood saus Padang biasanya identik dengan kawasan pantai atau rumah makan besar. Namun kini, warga di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tak perlu lagi berkendara jauh ke pesisir hanya untuk menjajal menu laut ini.

Di sisi selatan Balai Desa Jajarwayang, berdiri sebuah gerobak sederhana bertuliskan Seafood MA Food. Meski baru beroperasi sekitar sepekan, usaha milik Mahfud Alimin (36) itu mulai menarik perhatian warga hingga pengguna jalan yang penasaran dengan konsep yang ditawarkan.

Alih-alih membuka restoran, Mahfud justru memilih konsep kaki lima dengan sistem take away dan live cooking, di mana seluruh proses memasak dilakukan langsung di depan pembeli.

“Yang membedakan dengan tempat lain, semua bumbu kami racik langsung saat ada pesanan. Banyak penjual seafood yang sausnya sudah dibuat dari rumah, sedangkan di sini pembeli bisa melihat proses memasaknya dari awal hingga siap disajikan,” ujar Mahfud kepada kanalplus.id, Jumat (17/7/2026).

Keputusan membuka usaha seafood di tengah kampung bukan tanpa alasan. Berawal dari hobinya memasak, Mahfud melakukan survei kecil-kecilan dan menemukan belum ada pedagang seafood gerobakan di kawasan tersebut.

Ia pun memiliki misi sederhana, yakni menghadirkan menu khas pesisir agar bisa dinikmati masyarakat yang tinggal jauh dari pantai.

Baca Juga :  Dari Spons Bekas hingga Batik Dua Wajah, Perjuangan Mahmudi Menjaga Api di Balik Pranggok yang Kian Sepi

“Saya ingin membawa makanan khas pesisir ke tengah kampung. Jadi masyarakat yang biasanya harus pergi jauh ke daerah pantai untuk makan seafood, sekarang bisa menikmatinya lebih dekat,” katanya.

Ternyata konsep tersebut mendapat sambutan positif. Tidak hanya warga sekitar, pelanggan juga mulai berdatangan dari sejumlah wilayah seperti Buaran hingga daerah lain setelah mengetahui usahanya melalui media sosial maupun spanduk yang dipasang di beberapa titik keramaian.

“Alhamdulillah, sekarang tidak hanya warga sekitar. Banyak juga pengguna jalan yang melihat spanduk lalu penasaran dan akhirnya datang membeli,” ungkapnya.

Seafood MA Food menawarkan tujuh pilihan menu, di antaranya kerang hijau, kerang batik, tahu seafood, shrimp, cumi, udang, hingga paket komplet yang menjadi menu paling diminati pelanggan.

Paket komplet tersebut berisi kombinasi berbagai jenis seafood, seperti kerang, cumi, dan udang dalam saus Padang dengan harga Rp35 ribu. Sementara menu termurah dibanderol mulai Rp13 ribu.

Menurut Mahfud, satu porsi paket komplet cukup dinikmati oleh dua orang sehingga tetap ramah di kantong.

“Harga kami sesuaikan supaya bisa dijangkau masyarakat. Paket komplet Rp35 ribu sudah cukup untuk dua orang,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas rasa, seluruh bahan baku seafood didatangkan langsung dari nelayan lokal di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Panjang.

Baca Juga :  Punya Pengalaman Mumpuni di Industri F&B, Perempuan Muda di Kota Pekalongan Ini Pilih Jual Kopi Keliling dengan Sepeda Rakitan

“Semua bahan baku kami ambil dari daerah pesisir, dari nelayan lokal. Jadi seafood yang kami gunakan masih segar,” katanya.

Meski baru memasuki masa perintisan, Mahfud mengaku penjualannya mulai menunjukkan perkembangan. Saat ini, rata-rata ia mampu menjual sekitar 15 porsi setiap hari.

“Masih merintis, jadi sehari paling sekitar belasan porsi, kurang lebih 15 porsi,” ujarnya.

Karena mengusung konsep gerobak, Seafood MA Food belum menyediakan fasilitas makan di tempat. Meski demikian, Mahfud memastikan pelanggan tetap merasa nyaman karena tersedia area parkir dan tempat duduk bagi pembeli yang menunggu pesanannya dimasak.

“Kami memang fokus take away. Tapi tetap ada tempat duduk untuk menunggu dan area parkir juga cukup luas,” katanya.

Seafood MA Food buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Mahfud hanya libur ketika memiliki agenda rutin pengajian atau sedang menjalankan jadwal pekerjaan utamanya.

Dengan konsep kaki lima, harga yang terjangkau, serta proses memasak yang bisa disaksikan langsung pelanggan, Mahfud berharap usahanya dapat menjadi alternatif baru bagi masyarakat Bojong dan sekitarnya yang ingin menikmati hidangan seafood tanpa harus pergi ke kawasan pesisir.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Orang Indonesia Bukan Kebal Pedas, Otaknya yang Belajar Beradaptasi
Soto Semarang Mas Bagas di Jalan Jawa Kota Pekalongan, Pilihan untuk Sarapan atau Makan Siang
10 Negara dengan Kuliner Paling Royal Menggunakan Rempah, dari Maroko hingga Indonesia
Ada Gulai Kepala Manyung Warung Mbak Lisa di Ujung Timur Pantai Sigandu, Sudah 35 Tahun Tetap Diburu
Bakmi Jowo ‘Lontrong’ Pak Tasjadi, Legenda Kuliner Hayam Wuruk Pekalongan yang Bertahan 42 Tahun Berkat Ayam Kampung dan Kulit Kering
Mengenal Pecel Bu Murni di Alun-alun Kota Pekalongan, Bertahan Hampir Setengah Abad dengan Pelanggan Setianya
Sempat Dikira Tutup, Lontong Tahu ‘Dunia Lain’ Pekalongan Ternyata Pindah ke Gang Sempit, Pelanggan Lama Banyak yang Kecele
Bertahan 40 Tahun, Leker Bara Api di Pekalongan Masih Laris Meski Terancam Tak Punya Penerus

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 05:40 WIB

Orang Indonesia Bukan Kebal Pedas, Otaknya yang Belajar Beradaptasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Soto Semarang Mas Bagas di Jalan Jawa Kota Pekalongan, Pilihan untuk Sarapan atau Makan Siang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:40 WIB

10 Negara dengan Kuliner Paling Royal Menggunakan Rempah, dari Maroko hingga Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Ada Gulai Kepala Manyung Warung Mbak Lisa di Ujung Timur Pantai Sigandu, Sudah 35 Tahun Tetap Diburu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Bakmi Jowo ‘Lontrong’ Pak Tasjadi, Legenda Kuliner Hayam Wuruk Pekalongan yang Bertahan 42 Tahun Berkat Ayam Kampung dan Kulit Kering

Berita Terbaru