BATANG, KANALPLUS.ID – Menjadi wasit olahraga bukan sekadar memahami aturan pertandingan. Di balik peluit yang ditiup, ada godaan uang hingga puluhan juta rupiah yang bisa menghancurkan karier dan integritas seorang pengadil.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Batang Suyono kepada 34 peserta Pelatihan Perwasitan Renang Kategori C/Madya Tingkat Jawa Tengah di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup. Seorang wasit juga dituntut memiliki integritas agar tidak mudah tergoda oleh kepentingan tertentu saat memimpin pertandingan.
“Maka datanglah orang yang menawarkan uang Rp10 juta, bahkan Rp15 juta. Ketika itu diterima, maka akan meruntuhkan integritas Anda, yang seharusnya menjadi wasit yang profesional,” kata Suyono.
Ia mengingatkan, keputusan seorang wasit harus lahir dari kejujuran, bukan karena tekanan ataupun imbalan.
“Jadilah wasit yang berintegritas, mengikuti kata hati dengan kejujuran. Karena semua keputusan tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga di akhirat,” ujarnya.
Selain menjaga integritas, Suyono menilai profesi wasit kini memiliki peluang yang semakin terbuka seiring berkembangnya dunia olahraga dan era digital.
Menurutnya, wasit yang memiliki kompetensi dan rekam jejak baik dapat dipercaya memimpin berbagai kejuaraan di luar daerah, bahkan tingkat nasional.
“Kalau bekerja secara profesional, peluang itu terbuka. Bisa diundang memimpin pertandingan di berbagai daerah. Tiket, transportasi hingga akomodasi disiapkan penyelenggara. Tapi itu hanya bisa diraih kalau memiliki kualitas dan reputasi,” katanya.
Pelatihan tersebut diikuti 34 peserta dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berusia 19 hingga 45 tahun. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai regulasi pertandingan, manajemen kompetisi, hingga tugas 18 perangkat pertandingan dalam cabang olahraga renang.
Ketua Harian PRSI/Akuatik Batang, Tisna Zuhri Madina, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan.
Saat ini Kabupaten Batang telah memiliki sekitar 60 wasit dan juri renang, termasuk tiga wasit berlisensi nasional. Para peserta yang lulus lisensi C nantinya akan langsung diterjunkan pada sejumlah kejuaraan daerah, termasuk Bupati Cup Batang 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Ketua KONI Batang Teguh Supriyatno menambahkan, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan atlet dan pelatih, tetapi juga perangkat pertandingan yang mampu menjalankan tugas secara adil dan profesional.
Menurutnya, keberadaan wasit yang memahami aturan sekaligus memiliki integritas merupakan salah satu kunci lahirnya kompetisi yang berkualitas.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













