KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Suasana berbeda terlihat di salah satu studio bioskop XXI Ramayana Mall Kota Pekalongan. Puluhan siswa SDN 3 Bawang, Kabupaten Batang, terlihat larut dalam emosi saat menyaksikan film Children of Heaven, sebuah film keluarga besutan sutradara dan penulis skenario paling berpengaruh di Indonesia Hanung Bramantyo yang sarat pesan moral tentang perjuangan, pengorbanan dan semangat meraih cita-cita di tengah keterbatasan.
Di antara mereka, tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah satunya Nurul Akhila Putri, siswi kelas V SDN 3 Bawang yang mengaku tak kuasa menahan haru saat menyaksikan kisah kakak beradik dalam film tersebut.
“Saya terharu melihat perjuangan adik dan kakak yang sangat berkorban untuk keluarganya. Saya sempat nangis,” ujar Nurul seusai pemutaran film, Senin (1/6/2026).
Bagi Nurul, film tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa setiap anak harus tetap berjuang meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan mengajari untuk tidak menyerah meski harus berhadapan dengan banyak tantangan.
“Kita harus terus berjuang dan jangan mengeluh di tengah jalan. Jangan menyerah,” katanya polos.
Kegiatan nonton bareng itu merupakan inisiatif dari Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah X, Yoyok Riyo Sudibyo. Sebanyak 60 siswa dan guru SDN 3 Bawang diajak menikmati pengalaman menonton di bioskop sekaligus belajar dari kisah inspiratif yang ditampilkan dalam film. Bagi Yoyok, film Children of Heaven bukan sekadar tontonan, melainkan sarana pendidikan karakter yang mengajarkan anak-anak tentang arti perjuangan hidup.
“Ini sebuah film yang sangat mendidik. Sebuah keluarga yang sangat sederhana, tetapi anak-anaknya dididik menjadi fighter, menjadi pejuang dalam kehidupan. Film ini mengajarkan bahwa hidup itu tidak mudah, hidup itu susah, tetapi dengan keteguhan dan semangat yang luar biasa, anak-anak bisa menjadi hebat,” kata Yoyok.
Mantan Bupati Batang itu sengaja mengajak anak-anak dari desa agar mereka memiliki motivasi besar dalam mengejar cita-cita, terlepas dari kondisi ekonomi maupun latar belakang keluarga.
“Saya ingin anak-anak dari kampung, anak-anak desa yang sering dianggap sebelah mata, punya semangat besar untuk mengejar impiannya. Film ini menggambarkan itu dengan sangat baik,” ujarnya.
Tak hanya mengajak menonton film, Yoyok juga memberikan kejutan bagi para siswa. Sebanyak 63 pasang sepatu baru dibagikan secara gratis kepada para siswa dan guru yang hadir.
Pemberian sepatu tersebut bukan tanpa alasan. Dalam film Children of Heaven, sepatu menjadi simbol perjuangan seorang anak yang harus bergantian memakai sepatu dengan adiknya demi tetap bisa bersekolah.
“Itu yang menginspirasi saya. Film ini menggambarkan bagaimana seorang anak harus bergantian memakai sepatu untuk sekolah, tetapi tetap berusaha keras hingga akhirnya menjadi juara. Pesannya sangat kuat,” tuturnya.
Menariknya, seluruh sepatu yang dibagikan merupakan produk UMKM lokal merek JNICE yang diproduksi di dalam negeri. Menurut Yoyok, langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap industri lokal yang mampu menghasilkan produk berkualitas.
“Ini produk lokal, pabrik lokal, mesinnya lokal, bahannya lokal, semuanya 100 persen lokal. Saya baru berkunjung ke pabriknya dan melihat sendiri bagaimana anak-anak bangsa mampu menghasilkan produk yang bagus. Saya beli lalu saya bagikan kepada anak-anak,” jelasnya.
Yoyok mengakui kegiatan tersebut memiliki dua tujuan sekaligus, yakni memberikan inspirasi kepada anak-anak serta membantu mempromosikan produk UMKM dalam negeri.
“Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui,” cetusnya.
Kegiatan itu terasa semakin istimewa karena SDN 3 Bawang merupakan almamater Yoyok. Di sekolah sederhana itulah ia pernah menempuh pendidikan dasar sebelum akhirnya meniti karier hingga menjadi Bupati Batang dan kini anggota DPR RI.
Kepala SDN 3 Bawang, Muhammad Harun, mengatakan kepedulian Yoyok terhadap sekolah asalnya sudah berlangsung cukup lama. Selain membantu Program Indonesia Pintar (PIP) bagi para siswa, Yoyok juga kerap memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan pendidikan di wilayah Bawang.
“Karena beliau alumni, pasti memikirkan sekolahnya dulu. Selama ini kepeduliannya luar biasa. Selain membantu penyaluran PIP, beliau juga sering membantu berbagai kebutuhan masyarakat dan pendidikan di Bawang,” kata Harun.
Menurutnya, kebahagiaan para siswa terlihat jelas sejak mendengar kabar akan diajak menonton film di bioskop bersama Yoyok. Kebahagiaan itu bertambah ketika mereka menerima sepatu baru.
“Anak-anak sudah senang diajak ke sini. Apalagi setelah menonton film yang bagus lalu mendapat sepatu. Mereka pasti tambah senang,” tukasnya.
Harun berharap perhatian terhadap dunia pendidikan di daerah terus berlanjut sehingga semakin banyak anak-anak desa yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih cita-cita.
Di penghujung acara, puluhan siswa tampak keluar dari studio bioskop dengan wajah ceria. Sebagian menggenggam kotak sepatu baru, sementara yang lain masih membicarakan kisah mengharukan dalam film yang baru mereka tonton.
Bagi siswa SDN 3 Bawang, hari itu mungkin bukan sekadar pengalaman pertama menonton film di bioskop. Lebih dari itu, mereka pulang membawa pelajaran tentang perjuangan hidup, semangat pantang menyerah dan keyakinan bahwa mimpi besar juga bisa tumbuh dari sebuah desa kecil dari ujung selatan Kabupaten Batang.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









