Jembatan Putus, Dua Dukuh di Desa Galangpengampon yang Terisolasi Akhirnya Tersambung Kembali Lewat Program TNI

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jembatan gantung Garuda Merah Putih di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo diresmikan oleh Pangdam IV/Diponegoro secara serentak, Kamis (23/7/26).

Jembatan gantung Garuda Merah Putih di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo diresmikan oleh Pangdam IV/Diponegoro secara serentak, Kamis (23/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Putusnya jembatan akibat diterjang banjir membuat ribuan warga di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, bertahun-tahun harus hidup dengan akses yang terbatas. Aktivitas menuju sekolah, layanan kesehatan hingga roda perekonomian terganggu karena satu-satunya jalur penghubung antara Dukuh Galang Wolu dan Dukuh Sibetok hilang diterjang arus Sungai Sengkarang.

Kondisi itulah yang akhirnya mendorong TNI turun tangan membangun Jembatan Gantung Garuda Merah Putih, yang kini resmi beroperasi dan menjadi lokasi peresmian serentak 53 jembatan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (22/7/2026).

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengatakan pembangunan jembatan bermula dari laporan mengenai warga yang terisolasi setelah jembatan lama putus akibat bencana alam.

“Desa ini terisolasi karena jembatannya putus akibat banjir. Akibatnya masyarakat kesulitan beraktivitas menuju desa sebelah. Atas usulan itu, kami dari TNI bersama Kodim berupaya menyelesaikan persoalan tersebut,” kata Achiruddin.

Menurutnya, pembangunan dilakukan melalui semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Pria Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kesesi, Polisi: Diduga Epilepsi Kambuh

“Tujuan kami semata-mata membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya warga Desa Galangpengampon,” ujarnya.

Jembatan gantung yang membentang sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter itu kini kembali menghubungkan dua dukuh yang selama ini terpisah Sungai Sengkarang.

Achiruddin mengaku prihatin karena di Pulau Jawa yang tergolong maju masih ditemukan kampung-kampung yang terisolasi hanya karena tidak memiliki jembatan.

“Kalau masih ada kampung di Pulau Jawa yang tidak bisa terkoneksi hanya karena sungai atau akibat bencana alam, itu sesuatu yang miris. Ini harus segera kita atasi,” tegasnya.

Ia menilai keberadaan jembatan bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjaga hubungan sosial antarkeluarga yang selama ini terpisah.

“Jangan sampai keluarga di kampung sini dengan keluarga di kampung seberang kurang bersilaturahmi gara-gara tidak ada jembatan,” katanya.

Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan TNI Angkatan Darat untuk membuka akses daerah-daerah terisolasi.

Baca Juga :  Polisi Dalami DNA di Pisau dan Data Ponsel dalam Kasus Tewasnya Daniel Faza di Karangdadap Pekalongan

Saat ini Kodam IV/Diponegoro sedang mengerjakan ratusan jembatan di wilayah Jawa Tengah dan DIY, meliputi jembatan gantung, beton, Bailey, hingga aramco yang digunakan untuk daerah rawan bencana.

Dari ratusan proyek tersebut, lebih dari seratus titik telah selesai dibangun, sementara puluhan lainnya diresmikan secara serentak, termasuk jembatan di Desa Galangpengampon.

Selain pembangunan jembatan, TNI juga menjalankan berbagai program sosial seperti pembangunan sumur bor di daerah kekeringan, pemasangan pompa hidram untuk irigasi, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.

“Kami bekerja dengan tulus dan ikhlas. Tidak meminta imbalan apa pun. Yang kami lakukan semata-mata untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Achiruddin.

Peresmian jembatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya keterisolasian dua dukuh di Galangpengampon. Infrastruktur yang sempat hilang akibat bencana kini kembali menjadi urat nadi aktivitas warga, menghubungkan akses pendidikan, layanan kesehatan, perdagangan, hingga kehidupan sosial masyarakat di kedua sisi Sungai Sengkarang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswi Pekalongan Ciptakan Motif Batik Karhutla Kalimantan sebagai Media Kritik dan Pesan Moral
Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban
Kisah Zaenal Mutaqin, Gen Z Kota Pekalongan yang Pilih Jadi Petani Karena Keren
Lima Tahun Sawah Mati Diterjang Rob, Ahmad Sinang Kembali Bertani dan Kini Bisa Tersenyum
Cerita Panjang Kain Merah Putih di Kayugeritan Pekalongan Menyusut tapi Semangat Pemuda Tak Ikut Surut Meramaikan Hari Kemerdekaan
Angkat Jadi Anak Asuh, Kapolres Ungkap Kronologi Temuan Bayi di Pinggir Jalan Terminal Pekalongan
Ribuan Warga Bantarbolang Pemalang Padati Jalan Provinsi Antar Kepala Desa ke Makam, Sosok Sukandar Tinggalkan Jejak di Hati Masyarakat
Hampir 35 Tahun Menghidupkan Koperasi, Prof Ahmad Subagyo Akhirnya Dipilih Jadi Tokoh Perkoperasian Jawa Tengah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Mahasiswi Pekalongan Ciptakan Motif Batik Karhutla Kalimantan sebagai Media Kritik dan Pesan Moral

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Kisah Zaenal Mutaqin, Gen Z Kota Pekalongan yang Pilih Jadi Petani Karena Keren

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Lima Tahun Sawah Mati Diterjang Rob, Ahmad Sinang Kembali Bertani dan Kini Bisa Tersenyum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Cerita Panjang Kain Merah Putih di Kayugeritan Pekalongan Menyusut tapi Semangat Pemuda Tak Ikut Surut Meramaikan Hari Kemerdekaan

Berita Terbaru