Viral Jukir Diduga Premanisme di Jalan Hayam Wuruk Pekalongan, Polisi Turun Tangan

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Petugas Dishub Kota Pekalongan memintai klarifikasi kepada jukir resmi yang pada saat kejadian digantikan terduga pelaku aksi premanisme, Jumat (14/8/26).

Petugas Dishub Kota Pekalongan memintai klarifikasi kepada jukir resmi yang pada saat kejadian digantikan terduga pelaku aksi premanisme, Jumat (14/8/26).

KANAL KOTA – Video aksi seorang juru parkir (jukir) yang diduga melakukan tindakan premanisme terhadap pengendara mobil di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pekalongan, viral di media sosial.

Insiden tersebut kini telah ditangani aparat kepolisian. Polisi menyebut pengaduan terkait kejadian itu masuk melalui layanan darurat 110 dan selanjutnya ditangani oleh Polres Pekalongan Kota.

Kapolsek Pekalongan Timur, Kompol Tri Handayani, mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

“Lapornya layanan kontak darurat Ke 110. Jadi 110 yang langsung menangani polres,” katanya kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut kini berada di tangan kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Jadi sudah di tangan pihak Polres. Sudah ditangani,” ujarnya menegaskan.

Meski demikian, polisi masih membuka peluang penyelesaian secara damai antara pihak-pihak yang terlibat.

“Insyaallah ada titik damai,” lanjut Tri Handayani.

Baca Juga :  Diuji di Praperadilan, Polres Pekalongan Kota Tegaskan Penanganan Kasus Padepokan Padang Ati Sudah Sesuai

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan, peristiwa tersebut bermula ketika sebuah mobil parkir di salah satu titik di Jalan Hayam Wuruk.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Pekalongan, Sugeng Hardi Widiyanto, mengatakan lokasi tersebut merupakan titik parkir dan bukan kawasan yang dilarang untuk parkir.

Persoalan kemudian muncul ketika terjadi perdebatan mengenai pembayaran retribusi parkir. Dishub menyebut orang yang berada di lokasi dan terlibat dalam insiden tersebut bukan nama yang tercantum dalam surat tugas jukir.

Orang tersebut disebut hanya menggantikan petugas parkir resmi pada waktu tertentu sehingga tidak terdaftar sebagai jukir resmi.

“Statusnya dia hanya menggantikan saja, tidak terdaftar,” terang Sugeng.

Namun, dari hasil penelusuran Dishub, orang tersebut disebut memiliki hubungan dengan petugas parkir resmi yang terdaftar dan terkadang menggantikan ketika petugas utama belum berada di lokasi.

Baca Juga :  Korban Kapal Karam di Muara Pelabuhan Pekalongan Dijemput Keluarga

Dishub menegaskan praktik pergantian jukir tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan secara administratif.

“Secara aturan tidak boleh,” ucapnya tegas.

Dishub juga memperoleh informasi bahwa setelah terjadi perdebatan soal retribusi, pengemudi mulai menggeser kendaraan. Mobil yang semula diparkir serong kemudian diarahkan lurus.

Dalam proses tersebut, kaki orang yang berada di lokasi disebut terkena kendaraan. Karena merasa kakinya terlindas, orang tersebut kemudian disebut spontan memukul bagian kap mobil.

Namun, Dishub menegaskan dugaan tindakan kekerasan tersebut menjadi ranah kepolisian. Kedua pihak juga disebut telah mendatangi penyidik. Bahkan, orang yang mengaku kakinya terlindas kendaraan disebut meminta dilakukan visum.

“Jukir yang ada di situ karena dia merasa dilindas kakinya, dia pun juga minta visum,” ungkap Sugeng.

Polisi dan Dishub kini sama-sama menelusuri persoalan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru