Polisi Perketat Penjagaan Makam Sutrimo, Lima Saksi Keluarga Diperiksa

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sehari jelang pelaksanaan ekshumasi, penjagaan di lokasi makam Sutrimo diperketat, Selasa (11/8/26). Foto : Ilustrasi AI

Sehari jelang pelaksanaan ekshumasi, penjagaan di lokasi makam Sutrimo diperketat, Selasa (11/8/26). Foto : Ilustrasi AI

KANAL SEMARANG – Polisi memperketat penjagaan makam Sutrimo (42) di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sehari menjelang pelaksanaan ekshumasi yang dijadwalkan berlangsung Rabu (12/8/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan lokasi tetap steril hingga proses pembongkaran makam dan pemeriksaan jenazah dilakukan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pengamanan lokasi makam dilakukan Polresta Banyumas secara intensif menjelang ekshumasi.

Pihaknya menegaskan, pengetatan penjagaan tersebut dilakukan karena makam Sutrimo menjadi bagian penting dalam penyidikan kematiannya yang dilaporkan keluarga sebagai kematian tidak wajar.

“Jadi untuk sementara, karena ini (makam Sutrimo) adalah bukti penting yang bisa mengetahui kejelasan dari peristiwa tersebut, maka perlu dijaga keamanannya,” ujar Yuliyanto kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Ekshumasi nantinya melibatkan gabungan tim dokter ahli dari Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas dan Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Baru Dibangun, Koperasi Desa Merah Putih di Batang Sudah Dibobol Maling, Kabel Penangkal Petir hingga Blower AC Digondol

Menurut Yuliyanto, dokter yang dilibatkan merupakan tenaga ahli yang memiliki kompetensi dalam pelaksanaan ekshumasi. Setelah proses pengambilan dan pemeriksaan awal, hasilnya akan kembali diuji di laboratorium yang kompeten.

“Dokter ahli yang dihadirkan ini sudah terbiasa dan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan ekshumasi,” jelasnya.

Selain menyiapkan proses ekshumasi, polisi juga telah menggali keterangan dari pihak keluarga Sutrimo.

Yuliyanto mengatakan, terdapat sejumlah saksi yang telah diajukan pihak keluarga sudah diperiksa oleh penyidik Polresta Banyumas.

“Saksinya ada lima orang yang diajukan oleh keluarga,” katanya.

Pemeriksaan terhadap saksi tersebut menjadi bagian dari upaya polisi mengumpulkan informasi mengenai rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematian Sutrimo.

Kasus ini mencuat setelah keluarga Sutrimo mendatangi Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Baca Juga :  Ekonomi Batang Melaju 7,79 Persen, Investasi Tembus Rp7 Triliun dan Ribuan Warga Keluar dari Garis Kemiskinan

Keluarga melaporkan kematian Sutrimo karena menilai terdapat kejanggalan dan meminta polisi mengusutnya.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Sutrimo (42) meninggal dunia pada 23 Juli 2026 di depan Klinik Kecantikan Mordent, kawasan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ia diketahui bekerja sebagai kepala rumah tangga di kediaman mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

Kini, perhatian penyidik tertuju pada makam Sutrimo. Ekshumasi diharapkan dapat memberikan temuan forensik yang membantu polisi menjawab pertanyaan mengenai penyebab dan rangkaian kematian pria tersebut.

Hasil pemeriksaan tim ahli nantinya akan menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah penyidikan kasus yang dilaporkan keluarga tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB