Duduk Perkara Siswa SMPN 6 Pekalongan Koma Setelah Dikeroyok Bermula dari Cinta Lama yang Belum Usai

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Qurrataini atau Anik (sekarang SMPN 8) mendampingi Plt kepala sekolah baru memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di RSUD Bendan, Jumat (14/8/26).

Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Qurrataini atau Anik (sekarang SMPN 8) mendampingi Plt kepala sekolah baru memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di RSUD Bendan, Jumat (14/8/26).

KANAL KOTA – Perkelahian yang membuat siswa kelas IX SMP Negeri 6 Pekalongan berinisial F (15) harus dirawat di rumah sakit diduga dipicu persoalan asmara antarsiswa.

Dari keterangan pihak sekolah dan kepolisian, persoalan tersebut bermula dari hubungan pertemanan yang melibatkan F dengan seorang teman perempuan (R). Hubungan itu kemudian diduga bersinggungan dengan hubungan masa lalu yang belum sepenuhnya selesai.

Pihak sekolah menyebut, salah satu siswa yang terlibat dalam persoalan tersebut masih memiliki persoalan dengan mantan kekasihnya. Rasa suka dan kecemburuan yang belum mereda kemudian berkembang menjadi ketegangan ketika muncul komunikasi melalui media sosial.

Kepala sekolah yang mendampingi Plt Kepala SMP Negeri 6 Pekalongan, Qurrataini (Anik), mengatakan F memiliki teman dekat lawan jenis. Di sisi lain, teman dekat tersebut disebut memiliki hubungan masa lalu dengan siswa lain.

Baca Juga :  Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pekalongan Terungkap Setelah Korban Hamil Empat Bulan

“Di situ biasa mungkin ada gejolak-gejolak rasa suka yang masih belum move on,” terang Anik kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, persoalan kemudian berkembang karena adanya komunikasi melalui media sosial. Salah satu siswa disebut merasa terancam dan menyampaikan persoalan tersebut kepada teman-temannya.

Situasi semakin memanas ketika muncul keinginan untuk mengklarifikasi isi percakapan di WhatsApp.

Salah satu siswa kemudian mengundang F untuk bertemu. Pertemuan yang awalnya dimaksudkan untuk menanyakan maksud komunikasi tersebut justru berubah menjadi perkelahian.

“Pada awalnya mengundang si anak ini untuk bertemu untuk mengonfirmasi maksudnya apa sih yang di WA itu,” ujar Anik.

Pertemuan tersebut berlangsung di area WC sekolah bagian belakang saat jam istirahat. Alih-alih menyelesaikan persoalan melalui pembicaraan, pertemuan tersebut justru berujung pada persinggungan fisik.

Baca Juga :  Berkas Perkara P21, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pimpinan Padepokan Padan Ati Dilimpahkan ke Kejari Pekalongan

Pihak sekolah menyebut ada tiga siswa dalam pertemuan tersebut. Namun, dua siswa diketahui melakukan kontak fisik dengan F.

Sementara Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Tri Handayani menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, F menghadapi tiga siswa dalam peristiwa tersebut.

“Ya, tiga anak lawan satu,” ungkap Tri saat dikonfimasi sejumlah wartawan di kantornya.

Polisi juga menyebut salah satu dari siswa yang terlibat memiliki kemampuan bela diri. Pihak sekolah sendiri membenarkan bahwa salah satu siswa tersebut memiliki prestasi atau potensi di bidang bela diri.

Kekerasan tersebut diduga dilakukan menggunakan tangan kosong. F mengalami benturan dan harus menjalani perawatan di RSUD Bendan Kota Pekalongan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mbah Ubed: NU Harus Tetap Jadi Penjaga Moral, Dinamika Jangan Keluar dari Khittah
Terungkap, Jukir yang Terlibat Keributan di Jalan Hayam Wuruk Bukan Nama dalam Surat Tugas Dishub
Polisi Memastikan Pendampingan Psikologis dan Keamanan Terhadap F Saat Kembali ke Sekolah
Kasus Siswa SMPN 6 Pekalongan Koma Setelah Berkelahi, Polisi Turun Tangan Cegah Perundungan Susulan dan Balas Dendam
Punya SOP Antikekerasan, SMPN 6 Pekalongan Akui Tak Ada CCTV di Lokasi Perkelahian
Berawal dari Persoalan Teman Wanita di WhatsApp, Siswa SMPN 6 Pekalongan Berkelahi di WC Sekolah Hingga Koma
Siswa SMPN 6 Pekalongan Sempat Koma, Dokter Ungkap Hasil CT Scan Kepala Korban
Siswa SMPN 6 Pekalongan Sempat Koma Usai Dihajar Tiga Teman, Kini Mulai Sadar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Mbah Ubed: NU Harus Tetap Jadi Penjaga Moral, Dinamika Jangan Keluar dari Khittah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Terungkap, Jukir yang Terlibat Keributan di Jalan Hayam Wuruk Bukan Nama dalam Surat Tugas Dishub

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Duduk Perkara Siswa SMPN 6 Pekalongan Koma Setelah Dikeroyok Bermula dari Cinta Lama yang Belum Usai

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Polisi Memastikan Pendampingan Psikologis dan Keamanan Terhadap F Saat Kembali ke Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Kasus Siswa SMPN 6 Pekalongan Koma Setelah Berkelahi, Polisi Turun Tangan Cegah Perundungan Susulan dan Balas Dendam

Berita Terbaru