KANAL KOTA – Perkelahian yang membuat siswa kelas IX SMP Negeri 6 Pekalongan berinisial F (15) harus dirawat di rumah sakit diduga dipicu persoalan asmara antarsiswa.
Dari keterangan pihak sekolah dan kepolisian, persoalan tersebut bermula dari hubungan pertemanan yang melibatkan F dengan seorang teman perempuan (R). Hubungan itu kemudian diduga bersinggungan dengan hubungan masa lalu yang belum sepenuhnya selesai.
Pihak sekolah menyebut, salah satu siswa yang terlibat dalam persoalan tersebut masih memiliki persoalan dengan mantan kekasihnya. Rasa suka dan kecemburuan yang belum mereda kemudian berkembang menjadi ketegangan ketika muncul komunikasi melalui media sosial.
Kepala sekolah yang mendampingi Plt Kepala SMP Negeri 6 Pekalongan, Qurrataini (Anik), mengatakan F memiliki teman dekat lawan jenis. Di sisi lain, teman dekat tersebut disebut memiliki hubungan masa lalu dengan siswa lain.
“Di situ biasa mungkin ada gejolak-gejolak rasa suka yang masih belum move on,” terang Anik kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, persoalan kemudian berkembang karena adanya komunikasi melalui media sosial. Salah satu siswa disebut merasa terancam dan menyampaikan persoalan tersebut kepada teman-temannya.
Situasi semakin memanas ketika muncul keinginan untuk mengklarifikasi isi percakapan di WhatsApp.
Salah satu siswa kemudian mengundang F untuk bertemu. Pertemuan yang awalnya dimaksudkan untuk menanyakan maksud komunikasi tersebut justru berubah menjadi perkelahian.
“Pada awalnya mengundang si anak ini untuk bertemu untuk mengonfirmasi maksudnya apa sih yang di WA itu,” ujar Anik.
Pertemuan tersebut berlangsung di area WC sekolah bagian belakang saat jam istirahat. Alih-alih menyelesaikan persoalan melalui pembicaraan, pertemuan tersebut justru berujung pada persinggungan fisik.
Pihak sekolah menyebut ada tiga siswa dalam pertemuan tersebut. Namun, dua siswa diketahui melakukan kontak fisik dengan F.
Sementara Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Tri Handayani menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, F menghadapi tiga siswa dalam peristiwa tersebut.
“Ya, tiga anak lawan satu,” ungkap Tri saat dikonfimasi sejumlah wartawan di kantornya.
Polisi juga menyebut salah satu dari siswa yang terlibat memiliki kemampuan bela diri. Pihak sekolah sendiri membenarkan bahwa salah satu siswa tersebut memiliki prestasi atau potensi di bidang bela diri.
Kekerasan tersebut diduga dilakukan menggunakan tangan kosong. F mengalami benturan dan harus menjalani perawatan di RSUD Bendan Kota Pekalongan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












