KANAL KOTA – Siswa SMP Negeri 6 Pekalongan berinisial F (15) sempat dilaporkan dalam kondisi koma setelah mengalami benturan dalam perkelahian dengan sejumlah teman sekolahnya.
F kemudian mendapat perawatan di RSUD Bendan Kota Pekalongan. Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr Bair Ginting, memastikan kondisi kesadaran korban kini telah membaik.
Menurut Bair, saat pertama kali masuk rumah sakit, F memang dilaporkan mengalami koma. Tim medis kemudian memberikan penanganan, termasuk obat-obatan dan oksigen.
Setelah beberapa waktu, kesadaran F berangsur pulih meski belum sepenuhnya memiliki kesadaran untuk merespon.
“Sudah mulai sadar kembali dan barusan pun saya periksa, kontaknya sebenarnya sudah cukup baik,” ujar Bair kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Dokter juga melakukan pemeriksaan CT scan terhadap kepala korban untuk memastikan vital korban di bagian kepala.
Hasil pemeriksaan tersebut, kata Bair, cukup baik karena tidak ditemukan pendarahan maupun memar di dalam otak.
Adapun informasi mengenai retakan tulang tengkorak disebut masih berkaitan dengan kemungkinan cedera akibat benturan keras.
Menurut dokter, retakan tulang tengkorak bukan hal yang otomatis mengancam jiwa. Risiko yang lebih serius justru muncul apabila terjadi pendarahan di dalam otak.
“Retak tulang tengkorak itu bukan sesuatu yang berbahaya atau bukan sesuatu yang meramalkan jiwa,” katanya.
F masih dalam pemantauan tim medis. Dokter berharap tidak ditemukan cedera fatal akibat benturan yang dialaminya.
Selain hasil foto CT Scan menggambarkan tulang bagian dahi, korban juga dilaporkan mengalami tiga gigi tanggal akibat kekerasan tersebut.
Peristiwa kekerasan tersebut terjadi saat jam istirahat di lingkungan SMP Negeri 6 Pekalongan.
Polisi dan sekolah kini masih melakukan penelusuran terhadap rangkaian kejadian tersebut.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












