KANAL KOTA – Persoalan pertemanan yang berkembang melalui komunikasi di media sosial diduga menjadi pemicu perkelahian antarsiswa SMP Negeri 6 Pekalongan hingga menyebabkan satu anak kelas IX berinisial F harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Pihak sekolah mengungkap, berdasarkan keterangan awal yang telah dikumpulkan, persoalan tersebut berkaitan dengan hubungan pertemanan antarsiswa.
Kepala sekolah yang mendampingi Plt Kepala SMP Negeri 6 Pekalongan, Qurrataini (Anik) mengatakan F memiliki teman dekat lawan jenis. Hubungan tersebut kemudian diduga memicu persoalan dengan siswa lain yang berkaitan dengan hubungan masa lalu.
Persoalan berkembang melalui komunikasi di media sosial, termasuk WhatsApp yang memanas antara kedua belah pihak.
Salah satu siswa kemudian disebut merasa terancam dan persoalan tersebut berujung pada ajakan bertemu untuk melakukan klarifikasi. Namun, pertemuan tersebut justru berakhir dengan kontak fisik.
“Pada awalnya tujuannya mengundang si anak ini bertemu untuk mengonfirmasi maksudnya apa sih yang di WA itu,” terang Anik kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di area WC yang berlokasi di bagian belakang sekolah. Peristiwanya berlangsung saat jam istirahat.
Menurut Anik, dalam pertemuan antara keduanya terjadi persinggungan fisik hingga akhirnya kontak fisik tidak dapat dihindari.
Sekolah menyebut terdapat tiga siswa dalam pertemuan tersebut. Namun, dua di antaranya yang diketahui melakukan kontak fisik terhadap F.
Sementara Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Tri Handayani menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan tiga siswa menyerang F.
“Ya, tiga anak lawan satu,” ujar Tri saat ditemui di ruangan kerjanya.
Kekerasan tersebut berdasarkan keterangan awal dilakukan menggunakan tangan kosong. Akibat kejadian tersebut, F mengalami benturan dan harus mendapat perawatan medis.
Polisi dan pihak sekolah kini masih melakukan pendalaman sekaligus berupaya mencegah agar konflik antarsiswa tersebut tidak berkembang menjadi persoalan baru.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












