Polisi Memastikan Pendampingan Psikologis dan Keamanan Terhadap F Saat Kembali ke Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Tri Handayani memastikan polisi akan memberikan pendampingan dari dua sisi mulai dari psikologis hingga keamanan seperti yang dikhawatirkan orang tua F, Jumat (14/8/26).

Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Tri Handayani memastikan polisi akan memberikan pendampingan dari dua sisi mulai dari psikologis hingga keamanan seperti yang dikhawatirkan orang tua F, Jumat (14/8/26).

KANAL KOTA – Pemulihan siswa SMP Negeri 6 Pekalongan berinisial F (15) tidak hanya menjadi perhatian dari sisi medis. Kondisi psikologis korban juga mulai menjadi perhatian setelah dirinya mengalami kekerasan yang membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Tri Handayani mengatakan keluarga korban meminta adanya pendampingan untuk membantu F memulihkan kondisi psikologisnya.

Pendampingan tersebut dinilai penting karena korban dikhawatirkan mengalami ketakutan ketika kembali beraktivitas, terutama di lingkungan sekolah.

Tri mengatakan keluarga bahkan menyampaikan kekhawatiran F akan kembali takut ketika melihat telepon genggam setelah persoalan bermula dari komunikasi melalui media sosial.

Baca Juga :  Api Hanguskan Tiga Tempat Usaha di Lahan Eks Bioskop Merdeka Pekalongan

“Jangan sampai karena dia merasa lihat HP saja sudah ketakutan,” ungkap Tri kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

Selain itu, polisi mengantisipasi kemungkinan F kembali mengalami perundungan setelah nantinya kembali ke sekolah.

Karena itu, Tri memastikan kepolisian akan ikut mengawal dan memberikan penguatan agar korban dapat kembali memiliki mental yang kuat.

“Polisi akan mengawal dan akan menjaga korban buli agar punya mental yang kuat lagi,” ujarnya.

Di sekolah, siswa yang diduga terlibat masih tetap mengikuti kegiatan pendidikan. Pihak sekolah menyebut keputusan tersebut diambil karena proses klarifikasi masih berlangsung.

Baca Juga :  Punya SOP Antikekerasan, SMPN 6 Pekalongan Akui Tak Ada CCTV di Lokasi Perkelahian

Sekolah juga tidak ingin muncul persoalan baru berupa perundungan terhadap siswa yang terlibat maupun aksi balasan terhadap pihak lain.

Sementara itu, kondisi fisik F dilaporkan terus membaik. Dokter menyebut korban telah sadar dan mampu melakukan kontak dengan cukup baik.

Hasil CT scan juga tidak menunjukkan adanya pendarahan atau memar pada otak.

Kini, perhatian diarahkan pada dua hal sekaligus, memastikan pemulihan F serta mencegah konflik antarsiswa tersebut berkembang menjadi persoalan baru.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mbah Ubed: NU Harus Tetap Jadi Penjaga Moral, Dinamika Jangan Keluar dari Khittah
Terungkap, Jukir yang Terlibat Keributan di Jalan Hayam Wuruk Bukan Nama dalam Surat Tugas Dishub
Duduk Perkara Siswa SMPN 6 Pekalongan Koma Setelah Dikeroyok Bermula dari Cinta Lama yang Belum Usai
Kasus Siswa SMPN 6 Pekalongan Koma Setelah Berkelahi, Polisi Turun Tangan Cegah Perundungan Susulan dan Balas Dendam
Punya SOP Antikekerasan, SMPN 6 Pekalongan Akui Tak Ada CCTV di Lokasi Perkelahian
Berawal dari Persoalan Teman Wanita di WhatsApp, Siswa SMPN 6 Pekalongan Berkelahi di WC Sekolah Hingga Koma
Siswa SMPN 6 Pekalongan Sempat Koma, Dokter Ungkap Hasil CT Scan Kepala Korban
Siswa SMPN 6 Pekalongan Sempat Koma Usai Dihajar Tiga Teman, Kini Mulai Sadar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Mbah Ubed: NU Harus Tetap Jadi Penjaga Moral, Dinamika Jangan Keluar dari Khittah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Terungkap, Jukir yang Terlibat Keributan di Jalan Hayam Wuruk Bukan Nama dalam Surat Tugas Dishub

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Duduk Perkara Siswa SMPN 6 Pekalongan Koma Setelah Dikeroyok Bermula dari Cinta Lama yang Belum Usai

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Polisi Memastikan Pendampingan Psikologis dan Keamanan Terhadap F Saat Kembali ke Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Kasus Siswa SMPN 6 Pekalongan Koma Setelah Berkelahi, Polisi Turun Tangan Cegah Perundungan Susulan dan Balas Dendam

Berita Terbaru