KANAL KOTA – Pemulihan siswa SMP Negeri 6 Pekalongan berinisial F (15) tidak hanya menjadi perhatian dari sisi medis. Kondisi psikologis korban juga mulai menjadi perhatian setelah dirinya mengalami kekerasan yang membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Tri Handayani mengatakan keluarga korban meminta adanya pendampingan untuk membantu F memulihkan kondisi psikologisnya.
Pendampingan tersebut dinilai penting karena korban dikhawatirkan mengalami ketakutan ketika kembali beraktivitas, terutama di lingkungan sekolah.
Tri mengatakan keluarga bahkan menyampaikan kekhawatiran F akan kembali takut ketika melihat telepon genggam setelah persoalan bermula dari komunikasi melalui media sosial.
“Jangan sampai karena dia merasa lihat HP saja sudah ketakutan,” ungkap Tri kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Selain itu, polisi mengantisipasi kemungkinan F kembali mengalami perundungan setelah nantinya kembali ke sekolah.
Karena itu, Tri memastikan kepolisian akan ikut mengawal dan memberikan penguatan agar korban dapat kembali memiliki mental yang kuat.
“Polisi akan mengawal dan akan menjaga korban buli agar punya mental yang kuat lagi,” ujarnya.
Di sekolah, siswa yang diduga terlibat masih tetap mengikuti kegiatan pendidikan. Pihak sekolah menyebut keputusan tersebut diambil karena proses klarifikasi masih berlangsung.
Sekolah juga tidak ingin muncul persoalan baru berupa perundungan terhadap siswa yang terlibat maupun aksi balasan terhadap pihak lain.
Sementara itu, kondisi fisik F dilaporkan terus membaik. Dokter menyebut korban telah sadar dan mampu melakukan kontak dengan cukup baik.
Hasil CT scan juga tidak menunjukkan adanya pendarahan atau memar pada otak.
Kini, perhatian diarahkan pada dua hal sekaligus, memastikan pemulihan F serta mencegah konflik antarsiswa tersebut berkembang menjadi persoalan baru.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












