Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pekalongan Terungkap Setelah Korban Hamil Empat Bulan

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Foto : Pixabay

Foto : Pixabay

PEKALONGAN, KANALPLIS.ID — Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Pekalongan mencuat setelah seorang remaja perempuan diketahui tengah mengandung dengan usia kehamilan sekitar tiga hingga empat bulan. Peristiwa itu kini dilaporkan ke Polres Pekalongan dan masih menunggu tindak lanjut penyelidikan aparat kepolisian.

Laporan tersebut diajukan oleh seorang ibu berinisial CH, warga Desa Warulor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Pengaduan resmi diterima melalui Surat Tanda Penerimaan Pengaduan (STTP) Nomor STTP/175/V/2026/SPKT tertanggal 7 Mei 2026.

Dalam laporan yang disampaikan keluarga, dugaan tindak pidana itu bermula pada 31 Desember 2025 lalu ketika korban pergi bersama seorang rekannya menuju kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat berada di lokasi, korban menerima pesan WhatsApp dari seorang laki-laki berinisial GA yang menanyakan keberadaannya. Setelah mengetahui posisi korban, GA meminta korban untuk menemuinya.

Korban bersama rekannya kemudian mendatangi dua laki-laki yang saat itu berada di area tersebut dan sedang memancing. Mereka diketahui berinisial GA dan RZ.

Baca Juga :  Tak Sekadar Tanam Padi, TNI Kembangkan Kawasan Pangan Terpadu di Pekalongan Pasok Kebutuhan Masyarakat

Dalam laporan pengaduan disebutkan, korban sempat berinteraksi dengan sejumlah orang yang dikenalnya di lokasi tersebut. Tidak lama berselang, korban mengaku diberi minuman oleh seseorang.

Namun setelah mengonsumsi minuman itu, korban disebut mulai merasa pusing dan tubuhnya lemas.

“Korban mengaku merasa tidak berdaya setelah meminum minuman tersebut,” demikian isi laporan pengaduan.

Korban kemudian diajak menuju sebuah rumah kos di wilayah Kecamatan Wiradesa. Sesampainya di lokasi, rekan perempuan korban diminta pulang lebih dahulu, sementara korban tetap berada di tempat tersebut bersama beberapa laki-laki.

Di lokasi itulah korban diduga mengalami kekerasan seksual. Dalam laporan juga disebutkan terdapat seorang laki-laki lain yang identitasnya belum diketahui korban.

Keluarga menyebut korban tidak langsung menceritakan peristiwa yang dialaminya setelah pulang ke rumah. Selama beberapa bulan, korban masih beraktivitas seperti biasa sehingga keluarga tidak menaruh kecurigaan.

Baca Juga :  Dinsos Pekalongan Belum Terima Laporan Bayi Santriwati Padang Ati, Ingatkan Adopsi Harus Sesuai Prosedur

Kasus itu baru terungkap ketika korban mengalami keterlambatan menstruasi dalam waktu cukup lama. Pihak keluarga kemudian memeriksakan kondisi korban dan mendapati korban diduga tengah hamil dengan usia kandungan sekitar tiga hingga empat bulan.

Mengetahui kondisi tersebut, keluarga akhirnya memutuskan membawa persoalan itu ke ranah hukum dengan melapor ke Polres Pekalongan.

“Kami berharap kasus ini segera ditindaklanjuti dan pelaku ditangkap,” ujar CH dalam keterangannya.

Menurut keluarga, hingga Sabtu (16/5/2026), belum ada perkembangan berarti terkait laporan yang telah disampaikan sejak 7 Mei 2026 tersebut.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Rachmad C. Yusuf saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp juga belum mendapatkan respons hingga berita ini diterbitkan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih
Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter
Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Debit Air Baku di Pekalongan Turun hingga 50 Persen, Perumdam Tirta Kajen Terapkan Penggiliran demi Jaga Air Bersih

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Pekalongan Tembus Jutaan Liter

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Berita Terbaru