KANAL KOTA β Ketidakpastian ekonomi global belum sepenuhnya berakhir. Namun, kondisi tersebut belum membuat kinerja ekspor Jawa Tengah tertekan atau melemah.
Bank Indonesia mencatat aktivitas ekspor Jawa Tengah masih menunjukkan peningkatan pada triwulan II 2026.
Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan, perkembangan positif tersebut menjadi salah satu indikator yang cukup menggembirakan di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global.
Menurut dia, aktivitas ekonomi di sejumlah negara tujuan ekspor Jawa Tengah menunjukkan perbaikan. Hal tersebut antara lain tercermin dari perkembangan Purchasing Managers’ Index (PMI) di sejumlah negara tujuan ekspor.
βYang positif di sini adalah dari sisi ekspornya yang masih menunjukkan angka peningkatan terlepas dari berbagai gejolak di global yang masih penuh uncertainty,β ujarnya.
Perbaikan aktivitas ekonomi di negara tujuan ekspor kemudian memberikan ruang bagi permintaan terhadap produk Jawa Tengah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga aktivitas dunia usaha tetap bergerak.
BI juga mencatat aktivitas dunia usaha secara umum cenderung stabil. Penjualan domestik relatif datar dengan sedikit peningkatan pada bagian akhir periode.
Sementara aktivitas industri pengolahan yang masih berada dalam zona kontraksi menunjukkan adanya perbaikan karena tingkat kontraksinya semakin moderat. Di sisi lain, tingkat ekspansi dunia usaha juga relatif stabil.
Perkembangan ekspor tersebut menjadi salah satu kabar positif bagi perekonomian Jawa Tengah di tengah pertumbuhan ekonomi triwulan II yang sedikit melambat menjadi 5,71 persen.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












