KANAL PEKALONGAN – Baru empat hari beroperasi, gerai ayam geprek El Chicken yang dikembangkan Lazismu Kabupaten Pekalongan mulai menunjukkan respons menggembirakan. Di sejumlah titik penjualan, stok ayam bahkan ludes hanya dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah gerai dibuka.
Fenomena tersebut menjadi sinyal positif bagi program pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi Lazismu Kabupaten Pekalongan melalui pengembangan usaha kuliner berbasis social entrepreneurship atau kewirausahaan sosial.
Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, mengatakan antusiasme masyarakat di luar perkiraan. Beberapa gerai bahkan sudah beberapa kali meminta tambahan pasokan karena stok cepat habis.
“Alhamdulillah, rata-rata habis dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Bahkan gerai Gumawang sering meminta stok lebih,” katanya, Jumat (7/8/2026).
Respon positif juga datang dari para pembeli. Ghifari, pegawai koperasi swasta di Kecamatan Talun, mengaku terpikat dengan cita rasa ayam geprek El Chicken, terutama sambalnya yang dinilai memiliki rasa segar dengan tingkat kepedasan yang pas.
“Enak gepreknya. Sambelnya aku cocok. Sambelnya segar, pedas, tapi enak dinikmati. Rasa asin ayamnya pas. Kayaknya bisa pesan lagi kalau buat tamu-tamu koperasi,” ujarnya.
Senada, Naufal, warga Kedungwuni, menilai sambal El Chicken memiliki karakter rasa yang berbeda dibanding ayam geprek pada umumnya.
“Rasanya nendang,” katanya singkat.
Tak hanya soal rasa, keberadaan El Chicken juga mulai memunculkan permintaan dari masyarakat agar jaringan gerainya diperluas. Ri Sumarni, warga Wiradesa, mengaku beberapa kali tidak kebagian saat hendak membeli di gerai Gumawang karena stok telah habis.
Ia berharap El Chicken segera membuka gerai di wilayah Wonopringgo agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
El Chicken resmi diluncurkan pada Ahad (2/8/2026) di 10 lokasi yang tersebar di Kajen, Karanganyar, Talun, Doro, Gumawang-Wiradesa, Kadipaten-Wiradesa, Kesesi, Ambokembang, Kedungwuni, dan Lebakbarang.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pekalongan, M. Ali Sofyan, mengatakan program tersebut bukan sekadar membuka usaha kuliner, tetapi menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM.
Menurutnya, program ini merupakan hasil kolaborasi Lazismu Kabupaten Pekalongan dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan.
“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah mampu mengubah amanah dana umat menjadi kekuatan kemandirian,” ujarnya.
Berbeda dengan bisnis ayam goreng pada umumnya, El Chicken dikelola menggunakan sistem manajemen bersama yang menyerupai waralaba. Seluruh mitra memperoleh dukungan peralatan usaha, mulai dari etalase, kompor, wajan, tabung gas, hingga media promosi.
Lazismu juga memasok seluruh bahan baku utama, seperti ayam berbumbu, tepung, minyak goreng, saus, hingga kemasan. Mitra hanya perlu menyediakan tempat berjualan sehingga modal awal yang dibutuhkan jauh lebih ringan.
Selain itu, sistem keuangan yang diterapkan bersifat terbuka sehingga seluruh mitra dapat memantau transaksi secara real time.
Sutiknyo berharap tingginya minat masyarakat pada hari-hari pertama menjadi modal untuk memperluas jaringan El Chicken sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha binaan.
“Harapannya bukan hanya usaha yang berkembang, tetapi manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat juga semakin luas melalui program pemberdayaan ini,” pungkasnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













