KANAL KOTA — Lapangan bulu tangkis di lingkungan RW 09 Perumahan Podosugih, Kota Pekalongan, dipenuhi warga lansia. Mereka bukan hendak berolahraga melainkan menggelar upacara bendera Hari Kemerdekaan khusus bagi yang sudah berusia uzur.
Alhasil sebanyak 81 lansia pun terlihat berderet rapi dengan posisi sigap mengikuti upacara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang tak kalah semangat dari para pemuda komplek perumahan setempat.
Ketua RW 09 Perumahan Podosugih, Aris Setiyadi, mengatakan upacara bendera bagi para lansia tersebut memang sengaja disiapkan dengan konsep seperti pada umumnya
“Hanya saja untuk upacara bendera tahun 2026 ini pesertanya semua para manula dan para pensiunan,” ungkap Aris kepada wartawan, Senin (17/8/2026).
Tidak hanya jadi peserta, para lansia tersebut juga menjadi petugas upacara bendera kecuali dirigen atau pemimpin lagu.
Bukan tanpa alasan. Aris mengaku posisi dirigen sengaja diberikan kepada warga yang lebih muda karena membutuhkan kemampuan menjaga tempo dan ketukan lagu secara stabil.
“Jadi meski peserta dan petugas upacaranya lansia, akan tetapi bagian dirigen diberikan kepada yang lebih muda. Kalau yang tua nanti ndredeg, ngewel,” ujarnya tertawa.
Menurut Aris, konsep melibatkan warga senior tersebut menjadi bagian dari tradisi yang sudah berjalan di RW 09. Tahun ini merupakan pelaksanaan upacara kemerdekaan yang keenam di lingkungan tersebut.
“Jadi ini sudah menjadi rutinitas di RW 9 untuk mengadakan upacara bendera lansia,” katanya.
Antusiasme warga pun juga disebut sangat tinggi. Meskipun demikian, pelaksanaan tahun ini harus disesuaikan dengan kondisi anggaran yang terbatas.
“Antusias dari warga sangat-sangat baik sekali. Cuma karena anggaran tahun ini agak dibatasi. Kalau tidak dibatasi, satu warga ini di perumahan hadir semua,” terang Aris.
Ia berharap warga RW 09 terus menjaga kekompakan sehingga lingkungan tempat mereka tinggal tetap berkembang dan memiliki solidaritas yang kuat.
“Harapan kami sih yang pertama adalah jaga kesatuan persatuan di lingkungan sini, kegiatan tujuh belasan tetap eksis dan tetap maju serta solidaritas antarwarga terjaga dengan baik,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













