KANAL KOTA – Penggunaan pembayaran digital melalui QRIS terus berkembang di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan. Bank Indonesia (BI) Tegal mencatat jumlah merchant QRIS di kawasan tersebut telah mencapai 723.768 merchant hingga Mei 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengatakan jumlah tersebut telah melampaui target yang ditetapkan.
“Sudah mencapai 723.768 merchant atau tercapai lebih dari target yang sudah ditetapkan yaitu 105,9 persen,” kata Bimala saat media briefing di Hotel Amandaru, Kota Pekalongan, Rabu (13/8/2026).
Tidak hanya jumlah merchant, volume transaksi QRIS juga terus meningkat hingga Mei 2026 yang tembus 76 juta transaksi lebih.
“Hingga Mei 2026, volume transaksi QRIS di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan mencapai 76,57 juta transaksi,” jelasnya.
BI Tegal terus memperluas penggunaan transaksi digital melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat.
Salah satunya melalui QRIS Jelajah Indonesia Chapter Tegal yang melibatkan 35 UMKM dengan nilai transaksi mencapai Rp643 juta.
Berbagai kegiatan pemerintah daerah juga turut dimanfaatkan untuk memperluas penggunaan QRIS.
Festival Bubur Suro di Kota Pekalongan, misalnya, tercatat menarik hampir 56.000 pengunjung. Meski nilai transaksi per orang relatif kecil, tingginya frekuensi transaksi menjadi salah satu indikator perluasan penggunaan pembayaran digital di masyarakat.
BI Tegal sengaja mendorong penggunaan QRIS hingga ke kawasan yang berada di luar pusat perkotaan.
Bimala mengatakan perluasan tersebut penting agar transformasi pembayaran digital tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tetapi juga masyarakat di wilayah pinggiran.
Penggunaan QRIS juga menjadi bagian dari strategi BI untuk memperkuat ekosistem UMKM dan mempercepat digitalisasi transaksi ekonomi di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












