KANAL KOTA – Kabupaten Batang semakin menonjol sebagai motor investasi di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan. Bank Indonesia (BI) Tegal mencatat realisasi investasi di Batang mencapai Rp3,88 triliun.
Nilai tersebut menjadi bagian penting dari total realisasi investasi wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan yang mencapai Rp7,56 triliun.
Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengatakan Batang mengalami perkembangan pesat karena keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
“Batang mencatat perkembangan yang pesat karena menjadi pusat investasi di Jawa Tengah dengan adanya KEK Industri Terpadu Batang,” kata Bimala saat media briefing di Hotel Amandaru, Kota Pekalongan, Kamis (13/8/2026).
Menurut Bimala, daya tarik investasi di Batang semakin terlihat dari jumlah tenant yang masuk ke kawasan tersebut.
Saat ini tercatat 41 tenant telah masuk dengan total komitmen investasi mencapai lebih dari Rp55 triliun.
Investasi tersebut berasal dari berbagai sektor industri. Tidak hanya industri manufaktur, sektor yang masuk juga mencakup alas kaki, kaca, energi baru, kesehatan, furnitur hingga data center.
Perkembangan investasi di Batang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Eks-Karesidenan Pekalongan yang mencapai 6,01 persen.
Pertumbuhan tersebut bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan nasional.
Bimala mengatakan investasi kini menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi di kawasan tersebut, meskipun konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama perekonomian.
Dampak investasi juga terlihat dari penyerapan tenaga kerja. Secara keseluruhan, investasi di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan telah menyerap hampir 19.000 tenaga kerja. Jumlah tersebut setara sekitar 20,6 persen dari total penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah.
BI menilai perkembangan investasi tersebut perlu terus diikuti dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan ekosistem ekonomi daerah agar pertumbuhan investasi memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat.
Dengan masuknya industri baru, kawasan Batang kini tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah Pantura Barat Jawa Tengah, tetapi juga menjadi salah satu titik penting dalam peta investasi provinsi.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












