KANAL BATANG – Kemunculan seekor macan kumbang di rumah warga Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bukan terjadi di tengah kawasan permukiman yang jauh dari hutan.
Rumah warga yang dimasuki satwa liar tersebut ternyata berada tepat di garis perbatasan antara permukiman dan kawasan hutan.
Kepala Desa Gunungsari, Tutur Budiyono, mengatakan rumah milik Suryono di Dukuh Ngasinan RT 16 merupakan salah satu rumah yang lokasinya paling dekat dengan kawasan hutan.
“Pas di garis perbatasan antara pemukiman dengan hutan, persis. Paling dekat di dekat perbatasan dengan hutan,” ungkap Tutur saat dihubungi kanalplus.id, Rabu (12/8/2026).
Di belakang rumah tersebut terdapat kandang ayam dengan jarak hanya sekitar setengah meter dari bangunan rumah.
Kandang itu berisi sekitar 25 ekor ayam. Saat macan kumbang masuk, satwa liar tersebut bergerak di sekitar kandang dan bagian rumah.
Warga bahkan menyaksikan macan tersebut beberapa kali bergerak dari kandang ayam menuju rumah dan kembali lagi ke kandang.
Tutur menyebut kawasan hutan di sekitar desa dikenal warga sebagai Hutan Ngasinan. Menurut dia, keberadaan macan di kawasan hutan sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya asing bagi warga.
Sejumlah warga dan pihak yang beraktivitas di kawasan hutan disebut beberapa kali melihat macan serupa di habitatnya.
“Sepengetahuan warga, karena aktivitas terutama petani dan Perhutani memang sering bertemu langsung dengan macan tersebut. Tapi itu di hutan,” ujarnya.
Meski demikian, menurut Tutur, baru kali ini macan kumbang masuk hingga ke kawasan permukiman warga.
“Selama saya ada di Desa Gunungsari, baru pertama ada macan itu masuk ke kampung,” bebernya.
Ia menyebut macan kumbang yang muncul kali ini diperkirakan berukuran hampir sebesar kambing dewasa.
Warga juga tidak mengetahui secara pasti bagaimana satwa tersebut bisa masuk hingga ke rumah Suryono.
Setelah berhasil dievakuasi BKSDA Jawa Tengah bersama tim terkait, macan tersebut dibawa untuk menjalani observasi.
Warga kemudian diminta tidak panik dan tetap berhati-hati terhadap kemungkinan kemunculan satwa liar di sekitar kawasan hutan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












