Teknologi Roasting Tembikar Dikenalkan ke Petani Kopi Batang Tingkatkan Nilai Jual

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PUPUK kenalkan teknologi inovasi roasting tembikar ke petani kopi di Kabupaten Batang untuk tingkatkan kualitas rasa dan nilai jual, Minggu (19/7/26). Foto : Istimewa

PUPUK kenalkan teknologi inovasi roasting tembikar ke petani kopi di Kabupaten Batang untuk tingkatkan kualitas rasa dan nilai jual, Minggu (19/7/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Upaya meningkatkan daya saing kopi lokal Kabupaten Batang tidak lagi hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga inovasi dalam proses pengolahan. Salah satunya melalui pengenalan teknologi roasting berbahan tembikar, yang diyakini mampu menghasilkan cita rasa kopi lebih kompleks sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Pelatihan Terpadu Pengembangan Budidaya dan Pengolahan Kopi Berbasis Inovasi Teknologi Roasting Tembikar yang diselenggarakan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) bersama dukungan Ford Foundation di WE Coffee & Tea, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Minggu (19/7/2026).

Pelatihan menghadirkan praktisi kopi sekaligus inovator alat roasting tembikar asal Bogor, Arifin, yang membagikan pengalaman mengenai teknik penyangraian kopi dengan memanfaatkan media tembikar sebagai penghantar panas.

Menurut Arifin, penggunaan tembikar membuat suhu selama proses penyangraian lebih stabil sehingga biji kopi matang secara merata. Kondisi tersebut mampu memunculkan karakter rasa, aroma, serta body kopi yang lebih kuat dibandingkan metode sangrai konvensional.

Baca Juga :  Empat Kecamatan di Batang Belum Punya Kantong Parkir Resmi, Setoran Retribusi Masih Tertahan di Angka 26 Persen

“Roasting menggunakan tembikar bukan sekadar menawarkan teknik baru, tetapi juga menghidupkan kembali kearifan lokal dalam industri kopi,” ujarnya.

Ia menyebut, teknologi ini relatif sederhana, mudah diterapkan oleh kelompok usaha masyarakat, sekaligus mampu meningkatkan kualitas hasil sangrai.

Tidak hanya mempelajari teknik roasting, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan usaha kopi secara menyeluruh, mulai dari budidaya tanaman, penanganan pascapanen, fermentasi wine process, sortasi green bean, teknik pengemasan, hingga perhitungan nilai ekonomi dari buah kopi (coffee cherry) sampai menjadi produk siap konsumsi.

Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong agar tidak hanya menjual hasil panen berupa biji kopi mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah yang memberikan keuntungan lebih besar bagi kelompok usaha.

PUPUK menilai peningkatan kapasitas pengolahan menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi kopi hasil Perhutanan Sosial di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Baca Juga :  Di Tengah Gempuran Kuliner Modern, Serabi Legendaris Tambakboyo Batang Kembali Menyala dari Tungku Tradisional

Lembaga tersebut berharap anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan mampu menguasai teknologi pengolahan kopi berbasis inovasi sehingga menghasilkan produk berkualitas premium dengan daya saing yang lebih tinggi.

Selain meningkatkan kualitas produk, inovasi roasting tembikar juga diharapkan mampu menjadi identitas baru bagi kopi Perhutanan Sosial Kabupaten Batang, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam membangun usaha berbasis kehutanan yang berkelanjutan.

Pelatihan tersebut diikuti 20 peserta dari lima KUPS Perempuan di Kabupaten Batang, yakni KUPS Lembah Wangi Desa Tombo, KUPS Melati Sejahtera Desa Pesantren, KUPS Nandita Bismo Sejahtera Desa Bismo, KUPS Ganesha Mulia 3 Desa Silurah, serta KUPS Wonolestari Tiga Desa Sodong.

Melalui penguasaan teknologi pengolahan seperti roasting tembikar, kopi hasil perhutanan sosial diharapkan tidak hanya dikenal sebagai komoditas lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dengan kualitas dan nilai ekonomi yang terus meningkat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru