DPUPR Batang Tegas Tolak Izin Bangunan yang Abaikan Ruang Terbuka Hijau

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batang Endro Suryono tidak akan mengeluarkan ijin PBG rumah dan kawasan industri bila mengabaikan RTH, Selasa (30/6/26). Foto : Istimewa

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batang Endro Suryono tidak akan mengeluarkan ijin PBG rumah dan kawasan industri bila mengabaikan RTH, Selasa (30/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menerbitkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi rumah maupun kawasan industri yang tidak memenuhi ketentuan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ketentuan tersebut menjadi syarat wajib yang tidak bisa ditawar dalam setiap proses perizinan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, menegaskan bahwa seluruh permohonan PBG akan diperiksa secara ketat, terutama terkait penyediaan ruang terbuka hijau, garis sempadan jalan, dan ketentuan tata ruang lainnya.

Menurutnya, aturan tersebut diberlakukan tanpa pengecualian, baik untuk pembangunan rumah tinggal maupun gedung milik perusahaan.

“Dari perumahan, perizinan PBG yang rumah pribadi, sama yang perusahaan, itu kita pastikan semua. Yang kaitannya dengan RTH, sempadan jalan, dan garis-garis itu memang kita tidak bisa kompromi, karena itu menjadi regulasi yang kita pakai,” ujar Endro kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga :  Tak Hanya Tertinggi di Jateng, Investasi Batang Tembus Rp3,88 Triliun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja di Awal 2026

Ia menjelaskan, pengawasan bahkan sudah dilakukan sejak tahap pembahasan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Dengan demikian, setiap pemohon harus menunjukkan rencana penyediaan area hijau sebelum izin dapat diproses lebih lanjut.

Endro menegaskan, konsep pembangunan saat ini tidak lagi memperbolehkan seluruh lahan ditutup bangunan. Setiap pembangunan wajib menyisakan ruang yang berfungsi sebagai area resapan air sekaligus ruang hijau.

Untuk sektor industri, ketentuan tersebut diterapkan lebih ketat. Setiap perusahaan wajib mencantumkan alokasi RTH dalam site plan sebagai syarat utama memperoleh izin pembangunan.

Baca Juga :  22 Investor Berebut Proyek Lampu Jalan Rp143,8 Miliar di Batang Smart City

Apabila dokumen yang diajukan belum memenuhi ketentuan, DPUPR akan mengembalikannya disertai catatan perbaikan hingga seluruh persyaratan dipenuhi.

“Kalau perusahaan-perusahaan itu dikeluarkan izinnya, Insyaallah kita tidak mengeluarkan kalau tidak memenuhi syarat. Di site plan harus sudah ada alokasi ruang terbuka hijau, luasnya berapa meter persegi, dan itu menjadi bagian yang harus mendapat persetujuan,” tegasnya.

DPUPR Batang menilai penerapan aturan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pesatnya pembangunan dengan kelestarian lingkungan. Melalui pengawasan yang konsisten, pemerintah berharap kawasan permukiman maupun industri tetap memiliki ruang hijau yang berfungsi sebagai daerah resapan air, memperbaiki kualitas udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru