Bukan Cuma Pasang Bendera, Warga Denasri Kulon Siapkan Lengko 250 Meter untuk Rayakan HUT RI

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kain merah putih dengan panjang 250 meter dan sajian kuliner tradisional lengko menjadi cara warga Desa Denasri Kulon menyemarakkan HUT ke-71 RI di Kabupaten Batang, Minggu (9/8/26). Foto : Istimewa

Kain merah putih dengan panjang 250 meter dan sajian kuliner tradisional lengko menjadi cara warga Desa Denasri Kulon menyemarakkan HUT ke-71 RI di Kabupaten Batang, Minggu (9/8/26). Foto : Istimewa

KANAL BATANG – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang, bakal lebih semarak dari biasanya. Pasalnya, warga setempat tidak hanya menghias kampung dengan kain merah putih sepanjang 250 meter,  namun juga menyiapkan kuliner tradisional lengko yang disusun dengan panjang yang sama untuk nantinya dibagikan gratis kepada masyarakat.

Ketua RT 04 RW 02 Desa Denasri Kulon, Abdul Ghofur, mengatakan kain merah putih sepanjang 250 meter yang dipasang tahun ini sama dengan yang digunakan pada perayaan tahun sebelumnya.

“Kain merah putihnya sama dengan tahun kemarin karena masih bagus, jadi kami pertahankan dan pasang lagi,” kata Abdul Ghofur, Minggu (9/8/2026).

Meski menggunakan bendera lama, warga tetap melakukan sejumlah pembenahan. Rangka penyangga diperkuat dan kawasan permukiman ditambah lampu hias agar suasana perayaan kemerdekaan semakin semarak.

Tiang penyangga bendera dipasang dengan jarak sekitar tujuh meter. Sementara lampu hias ditempatkan pada rangka dengan jarak sekitar 10 meter. Namun, kreativitas warga tahun ini tidak berhenti pada dekorasi.

Mereka kemudian mencari cara lain untuk membuat perayaan kemerdekaan menjadi ruang berkumpul warga. Pilihannya jatuh pada lengko, jajanan tradisional berbahan singkong yang bagi sebagian warga identik dengan makanan sederhana dan tempo dulu.

Baca Juga :  Trotoar Baru Alun-Alun Bandar Ditarget Rampung Lebih Cepat, Pemkab Batang Siapkan Kawasan Kuliner Terpadu

“Awalnya mau bikin macam-macam, tapi setelah dibicarakan bersama warga akhirnya disepakati lengko. Ya lengko saja,” ujar Abdul Ghofur.

Lengko tersebut rencananya disajikan pada Jumat (28/8/2026). Meja-meja akan ditata memanjang di tengah jalan kampung, kemudian lengko disusun hingga mencapai sekitar 250 meter.

Konsep tersebut sekaligus menjadi ciri khas perayaan kemerdekaan di lingkungan tersebut. Jika bendera menjadi simbol nasionalisme, lengko menjadi representasi tradisi kuliner yang ingin kembali dikenalkan kepada masyarakat. Yang menarik, seluruh sajian lengko akan dibagikan secara gratis.

“Jadi warga dari mana saja boleh ikut dan memang gratis nantinya,” terangnya.

Dengan konsep tersebut, warga tidak hanya membuat kegiatan untuk lingkungan sendiri. Masyarakat dari luar RT bahkan dari luar desa dipersilakan datang untuk menikmati sajian sekaligus merasakan suasana perayaan kemerdekaan bersama warga Denasri Kulon.

Rangkaian kegiatan sendiri akan dimulai pada Senin (17/8/2026). Warga dijadwalkan menggelar jalan sehat sekitar pukul 06.00 WIB yang kemudian dilanjutkan berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan. Doorprize juga disiapkan untuk memeriahkan kegiatan.

Baca Juga :  Solar Non Subsidi Tembus Rp30 Ribu, Nelayan Demo DPRD Batang

Sementara itu, sajian lengko sepanjang 250 meter dijadwalkan menjadi salah satu puncak rangkaian perayaan pada 28 Agustus.

Kreativitas warga Denasri Kulon sebenarnya bukan pertama kali dilakukan. Pada peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025, warga RT 04 RW 02 juga membentangkan kain merah putih sepanjang 250 meter di lingkungan mereka.

Dekorasi lampu dan ornamen kemerdekaan turut menghiasi kawasan permukiman. Seluruh persiapannya dilakukan secara gotong royong. Tahun ini, tradisi tersebut kembali dipertahankan dengan tambahan konsep kuliner tradisional.

Bagi Abdul Ghofur dan warga, perayaan kemerdekaan tidak harus selalu identik dengan kegiatan seremonial. Lingkungan kampung justru bisa menjadi ruang untuk berkumpul, berbagi makanan, dan menjaga tradisi.

Lengko yang bagi sebagian generasi muda mungkin dianggap sebagai jajanan ‘jadul’ justru sengaja diangkat kembali agar makanan tradisional tersebut tidak hilang dari ingatan masyarakat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu
Di depan layar Komputer, Siswa SD di Batang Berkenalan dengan Teman Sebaya di Toyama Jepang
PPPK Batang Diminta Tuntaskan Masalah Pelayanan Warga
Punya Budget Rp3,8 Miliar, DPUPR Batang Pede Perbaiki Dua Ruas Jalan Ini
Cerita Saadah Simpan Uang Rusak di Laci, Tunggu Momen Ditukar Baru di Pegadaian Limpung
Kejurnas Sprint Rally di KITB Batang Tembus 111 Pembalap, Ada Lintasan Baru di Kawasan Hutan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Di depan layar Komputer, Siswa SD di Batang Berkenalan dengan Teman Sebaya di Toyama Jepang

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:03 WIB

PPPK Batang Diminta Tuntaskan Masalah Pelayanan Warga

Rabu, 30 September 2026 - 11:45 WIB

Punya Budget Rp3,8 Miliar, DPUPR Batang Pede Perbaiki Dua Ruas Jalan Ini

Berita Terbaru

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB

Banyak Megapolitan global memiliki PDB melampaui negara maju yang notabene secara ekonomi melebihi negara berkembang. Foto: Ilustrasi AI

Ekonomi

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Jumat, 16 Okt 2026 - 06:10 WIB