Bukan Sekadar Ganti Nama, Ini Alasan Jalan Pertamanan-Kalisalak Resmi Menyandang Nama KH Ahmad Rifai

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemerintah Kabupaten Batang resmi mengganti nama ruas Jalan Pertamanan-Kalisalak menjadi Jalan KH Ahmad Rifa'i sebagai penghormatan sekaligus penghargaan kepada tokoh besar pahlawan nasional asal Batang, Minggu (2/8/26). Foto : Ilustrasi AI

Pemerintah Kabupaten Batang resmi mengganti nama ruas Jalan Pertamanan-Kalisalak menjadi Jalan KH Ahmad Rifa'i sebagai penghormatan sekaligus penghargaan kepada tokoh besar pahlawan nasional asal Batang, Minggu (2/8/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Pergantian nama ruas jalan Pertamanan-Kalisalak menjadi Jalan KH Ahmad Rifai ternyata bukan sekadar perubahan administrasi. Pemerintah Kabupaten Batang menyebut penamaan tersebut merupakan upaya mengabadikan jejak perjuangan pahlawan nasional asal Batang sekaligus menghadirkan sejarah di ruang publik.

Penetapan nama Jalan KH Ahmad Rifai telah memiliki dasar hukum melalui Surat Keputusan Bupati Batang Nomor 050/430/2023 tentang Penetapan Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten. Keputusan itu ditetapkan pada 14 November 2023 sehingga secara resmi ruas jalan kabupaten sepanjang sekitar tujuh kilometer tersebut telah menggunakan nama Jalan KH Ahmad Rifai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang Endro Suryono mengatakan penamaan jalan telah melalui mekanisme pemerintahan sehingga memiliki kekuatan hukum.

“Nama Jalan KH Ahmad Rifai telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati. Artinya, secara administrasi maupun legal formal, nama tersebut sah menjadi identitas ruas jalan dari Pertamanan hingga Kalisalak,” katanya, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga :  Sampah Menumpuk di Dekat Alun-Alun Batang, DLH Akui Tak Bisa Terus Standby 24 Jam

Menurut Endro, alasan utama perubahan nama jalan bukan hanya untuk kepentingan penataan administrasi jaringan jalan kabupaten. Pemerintah ingin menjadikan infrastruktur sebagai media mengenalkan sejarah sekaligus menghormati jasa KH Ahmad Rifai yang merupakan Pahlawan Nasional asal Kabupaten Batang.

Ia menilai ruang publik dapat menjadi sarana edukasi sejarah yang mudah dijumpai masyarakat setiap hari.

“Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan Kabupaten Batang. Selain mendukung penataan administrasi jalan, masyarakat juga diharapkan semakin mengenal sosok KH Ahmad Rifai sebagai tokoh besar yang lahir dari Batang,” ujarnya.

KH Ahmad Rifai merupakan ulama kelahiran Desa Tempuran sekitar tahun 1786. Melalui dakwah, pendidikan serta karya-karyanya berbahasa Jawa yang ditulis menggunakan aksara Arab Pegon, ia dikenal lantang mengkritik kebijakan pemerintah kolonial Belanda.

Sikap tersebut membuatnya diasingkan ke Ambon pada 1859 sebelum dipindahkan ke Manado hingga wafat pada 1870. Atas perjuangannya, pemerintah kemudian menetapkan KH Ahmad Rifai sebagai Pahlawan Nasional.

Baca Juga :  Rem Blong, Tronton Muatan Besi Tabrak Dump Truk di Pantura Batang hingga Terguling

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang Nur Faizin menilai penggunaan nama KH Ahmad Rifai pada ruas jalan tersebut memiliki nilai edukasi yang lebih luas dibanding sekadar penanda lokasi.

Menurutnya, masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan tidak hanya mengenal nama KH Ahmad Rifai melalui papan jalan, tetapi juga memahami perjuangan dan keteladanan yang diwariskannya.

“Ini bisa menjadi kebanggaan sekaligus pembelajaran sejarah agar generasi muda mengetahui kalau di Batang ada tokoh besar yang menjadi pahlawan nasional,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Batang berharap seluruh instansi, masyarakat hingga penyedia layanan peta digital secara bertahap menggunakan nama Jalan KH Ahmad Rifai dalam dokumen administrasi, papan petunjuk maupun layanan navigasi sehingga identitas baru ruas jalan tersebut semakin dikenal publik.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Desa Sekitar Lokasi Kunjungan Prabowo di Batang Dapat Kupon Makan Siang Gratis hingga Undian Sepeda Listrik
Tak Hanya Buruh Pabrik, Penjual Cilok hingga ART Jadi Sasaran KPR Subsidi di Batang
PUDAM Batang Siapkan 1.200 Sambungan Air Baru, Pasokan Air Diklaim Aman Meski Musim Kemarau
Respons Keluhan Nelayan, Pemkab Batang Siapkan Kapal Keruk Baru Rp5 Miliar Atasi Sedimentasi Muara
Rehabilitasi Irigasi di Batang Baru Penuhi Separuh Kebutuhan, DPUPR Ajukan Bantuan Rp60 Miliar ke Pusat
Revitalisasi Berjalan Lambat, Sekolah Rusak Berat di Batang Diperkirakan Baru Tuntas 10-12 Tahun Lagi
Usulan BPIH 2027 Naik Jadi Rp107 Juta, Jemaah Justru Diminta Lunasi Rp18 Juta
Didemo Warga, Legalitas Rumah Kos 30 Kamar di Batang Dipersoalkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Bukan Sekadar Ganti Nama, Ini Alasan Jalan Pertamanan-Kalisalak Resmi Menyandang Nama KH Ahmad Rifai

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:44 WIB

Warga Desa Sekitar Lokasi Kunjungan Prabowo di Batang Dapat Kupon Makan Siang Gratis hingga Undian Sepeda Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:22 WIB

Tak Hanya Buruh Pabrik, Penjual Cilok hingga ART Jadi Sasaran KPR Subsidi di Batang

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:43 WIB

PUDAM Batang Siapkan 1.200 Sambungan Air Baru, Pasokan Air Diklaim Aman Meski Musim Kemarau

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:12 WIB

Respons Keluhan Nelayan, Pemkab Batang Siapkan Kapal Keruk Baru Rp5 Miliar Atasi Sedimentasi Muara

Berita Terbaru

Proses evakuasi jenazah korban kebakaran yang diduga terpicu oleh puntung rokok, Minggu (2/8/26). Foto : Istimewa

Tegal

Kebakaran Rumah di Tegal, Satu Penghuni Ditemukan Tewas

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:50 WIB