SEMARANG, KANALPLUS.ID – Misteri kematian harimau putih Anggun, koleksi Semarang Zoo, akhirnya dijelaskan Pemerintah Kota Semarang. Satwa langka itu dilaporkan mati hanya sekitar sepekan setelah dipindahkan ke R Zoo di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dalam program pertukaran satwa.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Prinyanto mengatakan Anggun meninggal dunia pada akhir Maret 2026, tidak lama setelah tiba di kebun binatang tujuan.
“Matinya akhir bulan Maret yang lalu. Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah. Tujuan pertukaran satwa ini untuk mendapatkan darah baru,” kata Handi, Selasa (28/7/2026).
Menurut Handi, Anggun bersama seekor harimau Benggala bernama Ganza diberangkatkan dari Semarang Zoo melalui jalur darat pada 17 Maret 2026. Proses pemindahan didampingi dokter hewan, keeper Semarang Zoo, keeper R Zoo, serta petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.
Rombongan tiba di R Zoo pada 21 Maret 2026 dan kedua harimau disebut dalam kondisi sehat saat dipindahkan ke kandang baru.
“Sampai di R Zoo keduanya baik-baik saja. Mereka bergerak cukup lincah dan tidak menunjukkan tanda-tanda lemas ataupun abnormal,” ujarnya.
Namun, enam hari kemudian atau pada 27 Maret 2026, Semarang Zoo menerima kabar bahwa Anggun mati.
Berdasarkan hasil autopsi yang diterima dari R Zoo, kematian Anggun disebabkan oleh berbagai gangguan pada organ vital. Di antaranya terdapat luka pada lambung, peradangan dan perdarahan paru-paru, pembengkakan jantung, hati, serta ginjal.
Tim autopsi juga menemukan kerusakan pada organ hati yang menunjukkan fungsi organ tersebut sudah menurun.
Selain itu, saluran pencernaan Anggun dilaporkan kosong tanpa sisa pakan, yang mengindikasikan satwa tersebut tidak makan dalam waktu cukup lama sebelum mati.
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh koleksi satwa di Semarang Zoo tetap menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Sebagai langkah pencegahan, kami juga telah meminta Direktur Semarang Zoo memeriksa kondisi kesehatan seluruh satwa yang ada,” kata Handi.
Program pertukaran satwa sendiri dilakukan untuk memperbaiki kualitas genetik harimau Benggala di Semarang Zoo. Menurut Handi, Anggun dipilih karena merupakan keturunan hasil perkawinan sedarah sehingga diperlukan penyegaran genetik melalui pertukaran dengan satwa dari luar daerah.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













