PEMALANG, KANALPLUS.ID – Niat menghabiskan hari libur dengan berenang bersama teman berubah menjadi petaka bagi Ferdy Zakaria (14), remaja asal Dukuh Semiliran, Desa Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Korban meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Comal, wilayah Desa Purana, Minggu (2/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, membenarkan peristiwa tenggelamnya seorang remaja di Sungai Comal.
“Jadi Minggu sore tadi kami terima laporan kejadian di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD yang langsung dikoordinasikan dengan pihak kepolisian,” ungkapnya, Minggu (2/8/2026).
Setelah itu, lanjutnya, korban yang akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan sore itu juga.
“Berdasarkan hasil laporan yang masuk, peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WIB saat remaja bernama Ferdy dan dua rekannya mendatangi Sungai Comal di Desa Purana dengan niat untuk berenang,” jelas Agus.
Lalu setibanya di lokasi, ketiganya sempat duduk di tepi sungai. Namun beberapa saat kemudian, tanpa diduga Ferdy bersama seorang rekannya terpeleset hingga tercebur ke aliran sungai.
Kemudian salah seorang temannya yang ikut terpeleset berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Sementara Ferdy yang diketahui tidak bisa berenang terseret arus lalu tenggelam.
Seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi segera berupaya memberikan pertolongan. Korban akhirnya berhasil diangkat ke daratan, tetapi sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Warga kemudian membawa korban ke permukiman dan memanggil bidan desa untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa, petugas kesehatan menyatakan remaja berusia 14 tahun tersebut telah meninggal dunia.
“Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Bantarbolang untuk penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Agus Ikmaludin meminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sungai, terutama saat musim kemarau ketika banyak anak memanfaatkan aliran sungai sebagai tempat bermain dan berenang.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Anak-anak sebaiknya tidak berenang di sungai tanpa pengawasan orang dewasa, terlebih jika tidak memiliki kemampuan berenang,” ujarnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan air yang melibatkan anak-anak di Kabupaten Pemalang.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













