Sampah Menumpuk di Dekat Alun-Alun Batang, DLH Akui Tak Bisa Terus Standby 24 Jam

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tumpukan sampah dekat alun-alun Kabupaten Batang dikeluhkan dan viral di media sosial, Selasa (30/6/26). Foto : Istimewa

Tumpukan sampah dekat alun-alun Kabupaten Batang dikeluhkan dan viral di media sosial, Selasa (30/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau menyengat di kawasan Jalan Wahid Hasyim, tak jauh dari Alun-Alun Batang, memicu sorotan publik. Setelah keluhan warga viral di media sosial, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang mengakui petugas tidak mungkin terus berjaga di satu lokasi dan memilih mengubah pola pengangkutan sampah dengan sistem penjemputan terjadwal.

Persoalan sampah di salah satu ruas jalan yang berada di kawasan pusat kota itu mencuat setelah warga bernama Farhan Dinata mengunggah kondisi lapangan melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahannya, Farhan menyoroti ironi penataan kawasan yang selama ini gencar dilakukan pemerintah. Menurutnya, pedagang kaki lima ditertibkan dengan alasan menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, namun di sisi lain tumpukan sampah justru dibiarkan menimbulkan bau tidak sedap di lokasi yang berdekatan dengan Alun-Alun Batang dan Pengadilan Agama.

Unggahan tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet yang mempertanyakan pengelolaan sampah di kawasan yang bahkan digadang-gadang menjadi pusat kuliner malam.

Baca Juga :  Tak Hanya Tertinggi di Jateng, Investasi Batang Tembus Rp3,88 Triliun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja di Awal 2026

Menanggapi hal itu, Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyediakan kontainer sampah di lokasi. Kontainer dipilih sebagai pengganti armada dump truck agar aktivitas pedagang tidak terganggu.

Namun menurutnya, fasilitas tersebut belum akan efektif apabila masyarakat masih membuang sampah di luar kontainer yang telah disediakan.

“Kami mohon dukungan masyarakat agar sampah yang dibuang di situ langsung dimasukkan ke dalam kontainer karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Rusmanto mengakui pihaknya kini tengah menyiapkan pola baru dalam pengelolaan sampah melalui sistem COD Standby. Dalam skema ini, kontainer hanya akan ditempatkan pada jam-jam tertentu, yakni pagi dan sore selama sekitar dua jam, kemudian langsung diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

DLH akan mensosialisasikan jadwal tersebut melalui media sosial maupun pemasangan spanduk agar warga mengetahui waktu yang diperbolehkan untuk membuang sampah.

Baca Juga :  Dari Keliling Pasar Jual Batik, Hanafi Kini Sukses Bangun Brand Celana Lokal “Al Cloth”

Dengan sistem itu, pemerintah berharap lokasi sudah bersih menjelang sore sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas pedagang kuliner maupun pengguna jalan.

Meski demikian, Rusmanto menegaskan keberhasilan sistem baru tersebut sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat.

Ia juga mengakui keterbatasan personel membuat petugas kebersihan tidak mungkin berjaga sepanjang hari di satu titik pembuangan.

“Kalau nanti sudah diterapkan model COD Standby, kami berharap masyarakat menaati jam yang sudah ditentukan. Karena petugas tidak memungkinkan untuk selalu standby di satu lokasi saja,” tegasnya.

Polemik ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di pusat kota bukan hanya soal ketersediaan fasilitas, tetapi juga menyangkut kedisiplinan warga dan efektivitas pengelolaan. Tanpa keduanya berjalan beriringan, kawasan yang berada di jantung Kota Batang itu berpotensi terus menghadapi persoalan serupa.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru