Sampah Menumpuk di Dekat Alun-Alun Batang, DLH Akui Tak Bisa Terus Standby 24 Jam

Selasa, 30 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan sampah dekat alun-alun Kabupaten Batang dikeluhkan dan viral di media sosial, Selasa (30/6/26). Foto : Istimewa

Tumpukan sampah dekat alun-alun Kabupaten Batang dikeluhkan dan viral di media sosial, Selasa (30/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau menyengat di kawasan Jalan Wahid Hasyim, tak jauh dari Alun-Alun Batang, memicu sorotan publik. Setelah keluhan warga viral di media sosial, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang mengakui petugas tidak mungkin terus berjaga di satu lokasi dan memilih mengubah pola pengangkutan sampah dengan sistem penjemputan terjadwal.

Persoalan sampah di salah satu ruas jalan yang berada di kawasan pusat kota itu mencuat setelah warga bernama Farhan Dinata mengunggah kondisi lapangan melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahannya, Farhan menyoroti ironi penataan kawasan yang selama ini gencar dilakukan pemerintah. Menurutnya, pedagang kaki lima ditertibkan dengan alasan menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, namun di sisi lain tumpukan sampah justru dibiarkan menimbulkan bau tidak sedap di lokasi yang berdekatan dengan Alun-Alun Batang dan Pengadilan Agama.

Unggahan tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet yang mempertanyakan pengelolaan sampah di kawasan yang bahkan digadang-gadang menjadi pusat kuliner malam.

Baca Juga :  Sawah Pesisir Batang yang Terendam Rob Disulap Jadi Lahan Padi, Ikan Nila, dan Rumput Laut

Menanggapi hal itu, Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyediakan kontainer sampah di lokasi. Kontainer dipilih sebagai pengganti armada dump truck agar aktivitas pedagang tidak terganggu.

Namun menurutnya, fasilitas tersebut belum akan efektif apabila masyarakat masih membuang sampah di luar kontainer yang telah disediakan.

“Kami mohon dukungan masyarakat agar sampah yang dibuang di situ langsung dimasukkan ke dalam kontainer karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Rusmanto mengakui pihaknya kini tengah menyiapkan pola baru dalam pengelolaan sampah melalui sistem COD Standby. Dalam skema ini, kontainer hanya akan ditempatkan pada jam-jam tertentu, yakni pagi dan sore selama sekitar dua jam, kemudian langsung diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

DLH akan mensosialisasikan jadwal tersebut melalui media sosial maupun pemasangan spanduk agar warga mengetahui waktu yang diperbolehkan untuk membuang sampah.

Baca Juga :  Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Majapahit di Batang, Identitas Korban Terungkap lewat Sidik Jari

Dengan sistem itu, pemerintah berharap lokasi sudah bersih menjelang sore sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas pedagang kuliner maupun pengguna jalan.

Meski demikian, Rusmanto menegaskan keberhasilan sistem baru tersebut sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat.

Ia juga mengakui keterbatasan personel membuat petugas kebersihan tidak mungkin berjaga sepanjang hari di satu titik pembuangan.

“Kalau nanti sudah diterapkan model COD Standby, kami berharap masyarakat menaati jam yang sudah ditentukan. Karena petugas tidak memungkinkan untuk selalu standby di satu lokasi saja,” tegasnya.

Polemik ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di pusat kota bukan hanya soal ketersediaan fasilitas, tetapi juga menyangkut kedisiplinan warga dan efektivitas pengelolaan. Tanpa keduanya berjalan beriringan, kawasan yang berada di jantung Kota Batang itu berpotensi terus menghadapi persoalan serupa.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Agar Patuh, Cara Polisi di Batang ini Ajak Warga Sarapan Pagi dulu Baru Diberikan Edukasi Tertib Lalu Lintas
Minibus Terguling Usai Hantam Pohon di Jalan Sultan Agung Batang, Sopir Selamat
Ironi Rumah Subsidi Batang: Dekat Kawasan Industri, Gringsing Justru Tertinggal dari Bandar
Batang Wajibkan Pengembang Sediakan Lahan Makam, Aturan Baru Berlaku untuk Seluruh Perumahan
Retribusi Parkir Jumat Kliwon Disorot DPRD Batang, Potensi PAD Dinilai Masih Banyak Bocor
Asyik Main HP, Dapur Rumah di Batang Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta
50 Desa Rawan Kekeringan di Batang Disiagakan Pompa Air, Tujuh Kecamatan Masuk Zona Paling Rentan
Pria Tewas Tertemper KA Kamandaka di Jalur Rel Pekalongan-Batang

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:40

Agar Patuh, Cara Polisi di Batang ini Ajak Warga Sarapan Pagi dulu Baru Diberikan Edukasi Tertib Lalu Lintas

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:14

Minibus Terguling Usai Hantam Pohon di Jalan Sultan Agung Batang, Sopir Selamat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:58

Ironi Rumah Subsidi Batang: Dekat Kawasan Industri, Gringsing Justru Tertinggal dari Bandar

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:15

Batang Wajibkan Pengembang Sediakan Lahan Makam, Aturan Baru Berlaku untuk Seluruh Perumahan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04

Retribusi Parkir Jumat Kliwon Disorot DPRD Batang, Potensi PAD Dinilai Masih Banyak Bocor

Berita Terbaru