BATANG, KANALPLUS.ID – Program KPR subsidi yang digelar pemerintah ternyata tidak hanya menyasar pekerja formal. Berbagai profesi berpenghasilan rendah juga menjadi penerima manfaat pembiayaan rumah tersebut.
Asisten Sales Manager PT Dwi Wahana Duta Mega, Pandu, mengatakan penerima KPR subsidi berasal dari beragam latar belakang pekerjaan.
“Ada asisten rumah tangga, penjual cilok, pedagang sembako, sampai karyawan pabrik,” katanya, kepada kanalplus.id (30/7/2026).
Menurutnya, pemerintah memang menargetkan program ini bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar semakin banyak keluarga yang memiliki rumah layak huni.
Di Jawa Tengah harga rumah subsidi ditetapkan Rp166 juta dengan cicilan sekitar Rp1.072.000 per bulan selama 20 tahun.
Developer juga menawarkan uang muka nol rupiah sehingga calon pembeli hanya membayar biaya proses akad sekitar Rp1,8 juta.
“Kemudahan diberikan agar KPR bersubsidi ini bisa dijangkau oleh MBR,” tutup Pandu.
Meski demikian, pemerintah tengah mewacanakan perpanjangan tenor hingga 40 tahun agar cicilan masyarakat semakin ringan.
“Untuk penerapannya masih menunggu keputusan pemerintah,” ucapnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













