Revitalisasi Berjalan Lambat, Sekolah Rusak Berat di Batang Diperkirakan Baru Tuntas 10-12 Tahun Lagi

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Seorang guru menunjukkan ruangan kelas yang mengalami kerusakan berat, Selasa (28/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Seorang guru menunjukkan ruangan kelas yang mengalami kerusakan berat, Selasa (28/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Upaya memperbaiki ratusan sekolah rusak di Kabupaten Batang diperkirakan masih membutuhkan waktu panjang. Dengan kemampuan revitalisasi sekitar 15 sekolah per tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang memperkirakan penanganan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat baru bisa diselesaikan dalam 10 hingga 12 tahun ke depan.

Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan persoalan kerusakan sekolah tidak bisa diselesaikan secara instan karena jumlah bangunan yang membutuhkan perbaikan jauh lebih banyak dibanding kemampuan revitalisasi setiap tahun.

“Kalau saya anggap setahun itu hanya 15 sekolah, berarti masih butuh berapa tahun lagi. Penanganan kerusakan berat bisa sekitar 10 sampai 12 tahun,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Saat ini, sekitar 40 persen bangunan SD dan SMP di Kabupaten Batang masuk kategori rusak berat. Sementara sekitar 30 persen mengalami kerusakan ringan dan sisanya masih dalam kondisi baik.

Baca Juga :  Dari 32 Desa Wisata di Batang Hanya Empat yang Masih Aktif, Disparpora Soroti SDM dan Pengelolaan

Menurut Bambang, kategori rusak berat bukan hanya bangunan yang catnya mengelupas, tetapi ruang kelas yang kondisinya sudah tidak layak digunakan karena berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun guru. Sebagian bangunan juga telah berusia tua sehingga membutuhkan rehabilitasi menyeluruh.

Kabupaten Batang memiliki 454 sekolah dasar serta 71 SMP negeri dan swasta. Dengan jumlah tersebut, pemerintah daerah harus melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Program revitalisasi telah berjalan sejak 2025 dengan sasaran sekitar 10 SD dan SMP. Tahun ini jumlah sekolah yang diperbaiki bertambah menjadi 15 sekolah, terdiri atas lima SD, lima SMP, dan lima taman kanak-kanak.

Baca Juga :  Asyik Main HP, Dapur Rumah di Batang Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta

Meski demikian, Bambang menilai penambahan itu belum mampu mengejar jumlah sekolah yang masih menunggu giliran diperbaiki.

Persoalan lain, kata dia, adalah kerusakan bangunan sekolah terus berlangsung seiring usia bangunan. Artinya, sekolah yang saat ini masih dalam kondisi baik bisa saja beberapa tahun ke depan masuk daftar rehabilitasi.

“Kerusakan ini terus berputar,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat meningkatkan alokasi anggaran revitalisasi agar jumlah sekolah yang diperbaiki setiap tahun bertambah. Dengan begitu, proses rehabilitasi tidak terus tertinggal dari laju bertambahnya bangunan yang rusak.

“Harapannya tentu jumlah sekolah yang direvitalisasi semakin banyak sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” tukas Bambang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat
KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:50 WIB

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Berita Terbaru

Polisi menunjukkan bagian belakang Po Bus Tunas Muda yang terbakar di KM 350 Tol Semarang - Batang, Minggu (13/9/26) pagi. Foto: Istimewa & Ilustrasi AI

Batang

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:50 WIB

Lansia yang bekerja sebagai petani di Batang dilaporkan tewas tertemper kereta api saat berjalan di rel Desa Ponowareng, Sabtu (12/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung

Minggu, 13 Sep 2026 - 06:49 WIB