BATANG, KANALPLUS.ID – Upaya memperbaiki ratusan sekolah rusak di Kabupaten Batang diperkirakan masih membutuhkan waktu panjang. Dengan kemampuan revitalisasi sekitar 15 sekolah per tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang memperkirakan penanganan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat baru bisa diselesaikan dalam 10 hingga 12 tahun ke depan.
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan persoalan kerusakan sekolah tidak bisa diselesaikan secara instan karena jumlah bangunan yang membutuhkan perbaikan jauh lebih banyak dibanding kemampuan revitalisasi setiap tahun.
“Kalau saya anggap setahun itu hanya 15 sekolah, berarti masih butuh berapa tahun lagi. Penanganan kerusakan berat bisa sekitar 10 sampai 12 tahun,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Saat ini, sekitar 40 persen bangunan SD dan SMP di Kabupaten Batang masuk kategori rusak berat. Sementara sekitar 30 persen mengalami kerusakan ringan dan sisanya masih dalam kondisi baik.
Menurut Bambang, kategori rusak berat bukan hanya bangunan yang catnya mengelupas, tetapi ruang kelas yang kondisinya sudah tidak layak digunakan karena berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun guru. Sebagian bangunan juga telah berusia tua sehingga membutuhkan rehabilitasi menyeluruh.
Kabupaten Batang memiliki 454 sekolah dasar serta 71 SMP negeri dan swasta. Dengan jumlah tersebut, pemerintah daerah harus melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Program revitalisasi telah berjalan sejak 2025 dengan sasaran sekitar 10 SD dan SMP. Tahun ini jumlah sekolah yang diperbaiki bertambah menjadi 15 sekolah, terdiri atas lima SD, lima SMP, dan lima taman kanak-kanak.
Meski demikian, Bambang menilai penambahan itu belum mampu mengejar jumlah sekolah yang masih menunggu giliran diperbaiki.
Persoalan lain, kata dia, adalah kerusakan bangunan sekolah terus berlangsung seiring usia bangunan. Artinya, sekolah yang saat ini masih dalam kondisi baik bisa saja beberapa tahun ke depan masuk daftar rehabilitasi.
“Kerusakan ini terus berputar,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat meningkatkan alokasi anggaran revitalisasi agar jumlah sekolah yang diperbaiki setiap tahun bertambah. Dengan begitu, proses rehabilitasi tidak terus tertinggal dari laju bertambahnya bangunan yang rusak.
“Harapannya tentu jumlah sekolah yang direvitalisasi semakin banyak sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” tukas Bambang.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













