Kasus Dugaan Pencabulan Sejumlah Santri di Pekalongan Naik Penyidikan, Terduga Guru Mengaji Dikabarkan Menghilang

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di depan Posko TPKS Mako Reskrim, Senin (8/6/26).

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di depan Posko TPKS Mako Reskrim, Senin (8/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID  – Penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santri yang masih di bawah umur di sebuah musala wilayah Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, memasuki babak baru. Setelah memeriksa korban dan mengumpulkan barang bukti, Polres Pekalongan Kota memastikan perkara tersebut segera ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Namun di tengah perkembangan proses hukum tersebut, terduga pelaku yang dikenal sebagai guru mengaji berinisial Kyai S dikabarkan sudah tidak berada di kediamannya selama beberapa hari terakhir.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto mengatakan pihaknya telah menerima laporan polisi terkait kasus tersebut dan dalam waktu dekat akan menggelar perkara untuk menaikkan status penanganan ke tingkat penyidikan.

“Banyuurip saat ini memang sudah terbit laporan polisi. Kemudian dalam waktu dekat akan segera kami gelarkan untuk tingkat sidik. Tentunya atas pemeriksaan dari para saksi korban dan barang bukti yang ada sehingga ke depan akan kami segera lakukan gelar perkara untuk menaikkan status,” kata AKP Setiyanto saat dikonfirmasi kanalplus.id, Selasa (8/6/2026).

Menurutnya, pemeriksaan terhadap para korban telah dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Sementara terhadap terduga pelaku, polisi belum melakukan pemeriksaan karena status perkara saat itu masih dalam tahap penyelidikan.

Baca Juga :  Siswa MI Dekoro dan SDN Keputran 6 Senang Dapat Menu MBG, Wali Murid: Menunya Enak-Enak

“Untuk korban sudah dilakukan pemeriksaan. Terduga pelaku belum kami lakukan pemeriksaan. Tentunya setelah kami tingkatkan sidik, segera kami lakukan pemanggilan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Kyai S yang sebelumnya berstatus terlapor dikabarkan sudah tidak berada di rumahnya sejak dua hingga tiga hari terakhir. Kondisi itu diketahui setelah sejumlah anggota organisasi masyarakat yang menamakan diri Yakuza Maneges mendatangi kediaman yang bersangkutan usai melakukan aksi di lokasi lain yang juga menjadi sorotan publik.

Informasi yang diperoleh dari kelompok tersebut menyebutkan bahwa saat mereka mendatangi rumah Kyai S, yang bersangkutan tidak ditemukan. Informasi yang didapat menyebut terduga pelaku sudah beberapa hari tidak terlihat di lingkungan tempat tinggalnya.

Hingga kini belum diketahui secara pasti keberadaan Kyai S. Polisi sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kaburnya terduga pelaku tersebut.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah keluarga korban melaporkan dugaan perbuatan tidak senonoh yang dialami anak mereka melalui jalur pengaduan perlindungan perempuan dan anak pada April 2026 lalu.

Perkara tersebut sempat dimediasi di tingkat kelurahan pada 17 April 2026. Namun hasil mediasi justru mengarah pada kesepakatan untuk membawa kasus ke jalur hukum.

Baca Juga :  Viral! CCTV Rekam Aksi Pria Bakar Rumah Mantan di Pekalongan, Diduga Tak Rela Sang Pujaan Menikah

Dari hasil pendataan dan asesmen yang dilakukan pendamping perlindungan anak, sedikitnya delapan korban telah menjalani pemeriksaan awal. Sementara berdasarkan informasi yang berkembang dalam mediasi dan laporan masyarakat, jumlah korban diduga mencapai 10 anak yang seluruhnya masih berstatus santri mengaji dan sebagian besar masih di bawah umur.

Dugaan peristiwa terakhir disebut terjadi pada bulan Ramadan 2026. Kasus itu terungkap setelah salah satu korban menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada keluarga. Pengakuan tersebut kemudian memicu munculnya korban-korban lain yang mengaku mengalami perlakuan serupa.

Dengan naiknya status perkara ke tahap penyidikan, penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota diperkirakan segera menerbitkan surat pemanggilan terhadap terduga pelaku untuk dimintai keterangan. Langkah itu menjadi krusial guna menentukan konstruksi hukum dan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus yang menyita perhatian masyarakat Kota Pekalongan tersebut.

Sementara itu, keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan tuntas dan memberikan keadilan bagi anak-anak yang diduga menjadi korban dalam perkara tersebut. Hingga berita ini ditulis, penyidik masih melengkapi berkas dan mempersiapkan gelar perkara sebagai tahapan resmi menuju penyidikan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Ampera Pekalongan Mulai Konsolidasi, Siapkan Gerakan Respons Dinamika Nasional dan Kenaikan Beban Masyarakat
Heboh Udik-udikan Rp15 Juta di Pekalongan Ternyata Hoaks, Keluarga Pilih Batalkan Syukuran dan Bagi-bagi ke Tetangga
Edukasi ke Sekolah Dekat Tol, PBTR Ingatkan Pelajar Jangan Nongkrong hingga Balap Liar di Area Exit Tol
Siswa MI Dekoro dan SDN Keputran 6 Senang Dapat Menu MBG, Wali Murid: Menunya Enak-Enak
Diduga Dipengaruhi Miras dan Obat, Pria di Pekalongan Sayat Pergelangan Tangan Pakai Pecahan Botol
Wizzmie Pekalongan Kebakaran, Pengunjung Berhamburan Keluar
Yayasan Tarbiyatuddunya Wal Akhiroh Medono dan Al Irsyad Pekalongan Jajaki Kolaborasi Dakwah hingga Pengolahan Sampah
Tangis Haru Pecah di Bioskop Saat Anggota DPR RI Ini Ajak Puluhan Siswa SD di Batang Nonton Film Children of Heaven, Pulangnya Dapat Hadiah Sepatu

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:18 WIB

Ampera Pekalongan Mulai Konsolidasi, Siapkan Gerakan Respons Dinamika Nasional dan Kenaikan Beban Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:13 WIB

Heboh Udik-udikan Rp15 Juta di Pekalongan Ternyata Hoaks, Keluarga Pilih Batalkan Syukuran dan Bagi-bagi ke Tetangga

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:23 WIB

Edukasi ke Sekolah Dekat Tol, PBTR Ingatkan Pelajar Jangan Nongkrong hingga Balap Liar di Area Exit Tol

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:02 WIB

Siswa MI Dekoro dan SDN Keputran 6 Senang Dapat Menu MBG, Wali Murid: Menunya Enak-Enak

Senin, 8 Juni 2026 - 17:07 WIB

Diduga Dipengaruhi Miras dan Obat, Pria di Pekalongan Sayat Pergelangan Tangan Pakai Pecahan Botol

Berita Terbaru