BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal tahun ini mulai memasukkan materi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah resmi diintegrasikan ke dalam pembelajaran di seluruh SD dan SMP di wilayah eks Karesidenan Pekalongan, Senin (20/7/26) malam.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal tahun ini mulai memasukkan materi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah resmi diintegrasikan ke dalam pembelajaran di seluruh SD dan SMP di wilayah eks Karesidenan Pekalongan, Senin (20/7/26) malam.

KOTA PEKALONGA, KANALPLUS.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal mulai menanamkan literasi ekonomi dan kecintaan terhadap rupiah sejak usia dini. Tahun ini, materi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah resmi diintegrasikan ke dalam pembelajaran di seluruh SD dan SMP di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama BI Tegal dengan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan di enam kabupaten/kota wilayah kerjanya. Para guru juga telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu menyampaikan materi kepada siswa.

Kepala Perwakilan BI Tegal mengatakan edukasi sejak dini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat di masa depan.

“Kita sudah ada nota kesepahaman dengan pemerintah daerah se-wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Intinya bagaimana mengintegrasikan materi Cinta Bangga Paham Rupiah ke dalam mata pelajaran SD dan SMP,” katanya.

Baca Juga :  OJK Tegal Akui Laporan Scam dan Pinjol Hampir Tiap Hari

Menurutnya, implementasi program tidak berhenti pada penyusunan materi ajar. BI Tegal juga telah melaksanakan training of trainers bagi guru-guru SD dan SMP agar memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya literasi keuangan dan peran rupiah dalam perekonomian nasional.

“Materinya sudah disusun bersama Dinas Pendidikan dan guru-guru. Tahun ini sudah mulai diterapkan di seluruh eks Karesidenan Pekalongan, mulai dari Brebes sampai Batang,” ujarnya.

Selain modul pembelajaran, BI Tegal juga menyiapkan berbagai media edukasi yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Untuk siswa sekolah dasar kelas awal disediakan buku cerita bergambar, sedangkan bagi penyandang disabilitas netra disiapkan buku berhuruf Braille.

Langkah tersebut dilakukan agar pemahaman mengenai rupiah tidak hanya sebatas mengenal bentuk uang, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan menggunakan, merawat, dan menghargai mata uang Indonesia dengan benar.

Baca Juga :  Kisah Pilu Ibu Penjual Pisang Keliling di Kota Pekalongan Tangisi Jasad Anaknya yang Ditemukan Tenggelam oleh Tim SAR di Kali Banger Karena Tak Mampu Biayai Pemakaman

Menurut Kepala BI Tegal, edukasi tersebut juga menjadi bagian dari perluasan tugas Bank Indonesia setelah berlakunya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), yang memberi mandat lebih besar kepada BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain memperkuat literasi keuangan, BI Tegal juga terus mengampanyekan penggunaan transaksi digital melalui QRIS, pendampingan UMKM, pengendalian inflasi, hingga pengembangan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Ia berharap pemahaman mengenai rupiah sejak usia sekolah dapat melahirkan generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan sekaligus memiliki rasa bangga terhadap mata uang nasional.

“Kami ingin membangun optimisme dan kesadaran ekonomi sejak dini. Harapannya, ketika mereka dewasa nanti, mereka tidak hanya memahami fungsi rupiah, tetapi juga ikut menjaga stabilitas ekonomi melalui perilaku keuangan yang baik,” terangnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi
Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung
Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta
Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat
Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium
Investasi ke Guru PAUD, Pemkot Pekalongan Beri Beasiswa S-1
Perkuat Pendidikan Sejak Usia Dini, Kota Pekalongan Wajibkan Belajar 13 Tahun
Heritage Fun Bike PWI Pekalongan Padukan Olahraga, Wisata dan Pelajaran Sejarah

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium

Berita Terbaru