KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Pekalongan tahun ini tidak hanya diisi tour class dan memahami tata tertib. Para siswa baru juga mendapat bekal penting menghadapi tantangan era digital, yakni kemampuan mengenali hoaks, bermedia sosial secara bijak hingga memahami dasar-dasar jurnalistik langsung dari wartawan.
Edukasi tersebut dikemas dalam program PWI Goes to School melalui Jurnalis Mengajar dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan di Aula SMP Negeri 1 Pekalongan, Selasa (14/7/2026).
Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi, mengatakan kegiatan itu menjadi langkah awal organisasi profesi wartawan dalam memperkuat literasi digital di kalangan pelajar. Program tersebut dirancang menyasar lima sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Pekalongan.
Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun konten menyesatkan.
“Di tengah digitalisasi yang begitu masif, kami ingin memberikan edukasi kepada adik-adik bagaimana mengelola setiap informasi yang diterima, mengenali hoaks, serta memahami cara menulis dan bermedia sosial yang baik. Ini merupakan investasi sosial bagi generasi penerus,” kata Kuswandi.
Dalam kesempatan itu, anggota PWI Kota Pekalongan, Rafid Fadjri, menyampaikan materi bertajuk Cerdas Menulis, Cerdas Bermedia Sosial, dan Mencegah Hoaks. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak memahami pentingnya memverifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial.
Koordinator MPLS SMP Negeri 1 Pekalongan, Retno Suitaningsih, menyambut baik kehadiran PWI dalam rangkaian kegiatan pengenalan sekolah. Menurutnya, materi literasi media menjadi bekal yang sangat relevan bagi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Kami sangat senang karena anak-anak mendapatkan ilmu baru yang tidak mereka peroleh dalam kegiatan MPLS biasa. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Harapan kami, PWI Goes to School dapat menjadi agenda tahunan karena manfaatnya sangat besar bagi peserta didik,” ujarnya.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa baru. Ahda Salsabila, salah seorang siswi kelas VII, mengaku memperoleh pengalaman baru tentang cara membedakan informasi yang benar dengan hoaks sekaligus mengenal dunia jurnalistik.
“Hari ini seru sekali. Kami belajar membedakan fakta dan hoaks, mengenal jurnalistik, dan penyampaiannya juga menyenangkan. Jadi kami lebih paham sebelum percaya atau membagikan informasi,” tuturnya.
Senada, Indah Hayuning Karin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan wawasan baru mengenai cara penulisan berita dan pentingnya berpikir kritis saat menerima informasi dari internet.
Melalui program ini, PWI Kota Pekalongan berharap pelajar tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi di ruang digital.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD










