Serunya Jurnalis Mengajar di MPLS SMPN 1 Pekalongan Bekali Siswa Tangkal Hoaks

Selasa, 14 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan peserta didik baru mengikuti MPLS yang menghadirkan beberapa wartawan sebagai pemateri dalam Jurnalis Mengajar dari program PWI Goes to School, Selasa (14/7/26).

Ratusan peserta didik baru mengikuti MPLS yang menghadirkan beberapa wartawan sebagai pemateri dalam Jurnalis Mengajar dari program PWI Goes to School, Selasa (14/7/26).

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Pekalongan tahun ini tidak hanya diisi tour class dan memahami tata tertib. Para siswa baru juga mendapat bekal penting menghadapi tantangan era digital, yakni kemampuan mengenali hoaks, bermedia sosial secara bijak hingga memahami dasar-dasar jurnalistik langsung dari wartawan.

Edukasi tersebut dikemas dalam program PWI Goes to School melalui Jurnalis Mengajar dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan di Aula SMP Negeri 1 Pekalongan, Selasa (14/7/2026).

Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi, mengatakan kegiatan itu menjadi langkah awal organisasi profesi wartawan dalam memperkuat literasi digital di kalangan pelajar. Program tersebut dirancang menyasar lima sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Pekalongan.

Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun konten menyesatkan.

Baca Juga :  Paguyuban Mitra MBG Kota Pekalongan Bantah Ajakan Long March 8 Juli, Klaim 8.000 Peserta Disebut Hoaks

“Di tengah digitalisasi yang begitu masif, kami ingin memberikan edukasi kepada adik-adik bagaimana mengelola setiap informasi yang diterima, mengenali hoaks, serta memahami cara menulis dan bermedia sosial yang baik. Ini merupakan investasi sosial bagi generasi penerus,” kata Kuswandi.

Dalam kesempatan itu, anggota PWI Kota Pekalongan, Rafid Fadjri, menyampaikan materi bertajuk Cerdas Menulis, Cerdas Bermedia Sosial, dan Mencegah Hoaks. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak memahami pentingnya memverifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial.

Koordinator MPLS SMP Negeri 1 Pekalongan, Retno Suitaningsih, menyambut baik kehadiran PWI dalam rangkaian kegiatan pengenalan sekolah. Menurutnya, materi literasi media menjadi bekal yang sangat relevan bagi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

“Kami sangat senang karena anak-anak mendapatkan ilmu baru yang tidak mereka peroleh dalam kegiatan MPLS biasa. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Harapan kami, PWI Goes to School dapat menjadi agenda tahunan karena manfaatnya sangat besar bagi peserta didik,” ujarnya.

Baca Juga :  Dugaan Pencabulan di Ponpes Pekalongan Mulai Terkuak Setelah Digeruduk Organisasi Yakuza Maneges yang Klaim Terima Puluhan Aduan Santriwati

Antusiasme juga terlihat dari para siswa baru. Ahda Salsabila, salah seorang siswi kelas VII, mengaku memperoleh pengalaman baru tentang cara membedakan informasi yang benar dengan hoaks sekaligus mengenal dunia jurnalistik.

“Hari ini seru sekali. Kami belajar membedakan fakta dan hoaks, mengenal jurnalistik, dan penyampaiannya juga menyenangkan. Jadi kami lebih paham sebelum percaya atau membagikan informasi,” tuturnya.

Senada, Indah Hayuning Karin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan wawasan baru mengenai cara penulisan berita dan pentingnya berpikir kritis saat menerima informasi dari internet.

Melalui program ini, PWI Kota Pekalongan berharap pelajar tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi di ruang digital.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Boarding Kereta di Stasiun Pekalongan Kini Makin Cepat, 123 Ribu Penumpang Beralih ke Scan Wajah
Dari Sekolah Iklim hingga Media Sosial, Strategi BI Tegal Naikkan Kelas UMKM dan Petani Lokal
BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah
KNTI Usul Sistem Peringatan Dini Cuaca Real Time untuk Nelayan, Dinilai Lebih Efektif daripada Bendera
Touring Nelayan ke Istana Batal, Presiden Tetapkan Harga BBM Khusus Rp15 Ribu per Liter
Menulis Bukan Ospek, 321 Siswa Baru SMAN 1 Pekalongan Awali MPLS dengan Menanam 1.000 Mangrove
Dua Dekade Menemani MPLS di SMPN 1 Pekalongan, Guru Ini Saksikan Perubahan dari Ceramah ke Permainan Interaktif
Pemkot Pekalongan Fasilitasi Kolaborasi Food Bank dan SPPG, Selamatkan Pangan Berlebih untuk Warga Rentan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:49

Boarding Kereta di Stasiun Pekalongan Kini Makin Cepat, 123 Ribu Penumpang Beralih ke Scan Wajah

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:12

Dari Sekolah Iklim hingga Media Sosial, Strategi BI Tegal Naikkan Kelas UMKM dan Petani Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:44

BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:12

KNTI Usul Sistem Peringatan Dini Cuaca Real Time untuk Nelayan, Dinilai Lebih Efektif daripada Bendera

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:47

Touring Nelayan ke Istana Batal, Presiden Tetapkan Harga BBM Khusus Rp15 Ribu per Liter

Berita Terbaru

Ribuan pelari mengikuti ajang UMPP Fun Run 2026 yang digelar, Sabtu (25/7/26). Foto : Istimewa

Olahraga

Target 400 Peserta, UMPP Fun Run Diserbu 1.013 Pelari

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:01