Polisi Temukan Pisau di Lokasi Tewasnya Pemuda Kebonsari Karangdadap, Dugaan Pembunuhan Didalami

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmat C Yusuf saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil sementara dugaan kasus pembunuhan di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Minggu (5/7/26).

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmat C Yusuf saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait hasil sementara dugaan kasus pembunuhan di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Minggu (5/7/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Polisi menemukan sebilah pisau saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tewasnya seorang pemuda di rumahnya di Jalan Raya Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Korban, yang diketahui bernama Daniel Faza (21), warga Dukuh Wurawari Kidul, Desa Kebonsari, ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi. Polisi menduga kasus tersebut mengarah pada tindak pidana pembunuhan, namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil visum dan penyelidikan lanjutan.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan laporan penemuan korban diterima polisi sekitar pukul 06.30 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi.

“Korban berinisial DF, usia 21 tahun, warga Dukuh Wurawari Kidul, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap. Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” kata AKBP Rachmad kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Saat ditemukan, korban mengalami luka robek dan sayatan di bagian leher. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, panjang luka sayatan diperkirakan sekitar 3 hingga 5 sentimeter.

“Di leher korban terdapat luka robek atau sayatan. Namun, kami masih memastikan melalui hasil visum dari rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul

Selain pisau, polisi juga mengamankan dan mendalami keberadaan telepon genggam milik korban. Barang-barang tersebut menjadi bagian dari petunjuk yang sedang dikumpulkan penyidik untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal.

“Untuk barang bukti sementara yang kami temukan ada pisau. Kami juga masih mendalami handphone yang bersangkutan,” jelas Kapolres.

Polisi saat ini memusatkan pemeriksaan terhadap keluarga korban yang berada di dalam rumah saat kejadian. Berdasarkan keterangan awal, orang-orang yang berada di lokasi masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

“Sementara kami masih mendalami dari keluarga korban, karena yang berada di dalam rumah saat itu masih keluarga korban, dari abang dan adik-adiknya,” tutur AKBP Rachmad.

Terkait informasi adanya dua orang yang disebut berada di teras rumah pada waktu kejadian, polisi belum memberikan kesimpulan. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan siapa saja yang berada di sekitar lokasi pada malam hingga pagi hari.

“Kami masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi,” terangnya.

Kapolres menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan motif maupun pelaku dalam kasus tersebut. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah kematian Daniel merupakan pembunuhan atau terdapat kemungkinan lain.

Baca Juga :  Gagal Tagih Bonus Perekrutan, Calo ABK di Pekalongan Serang Nahkoda Dengan Sangkur

“Dugaan sementara memang pembunuhan, tetapi kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil visum,” tegas Kapolres.

Sementara itu sahabat dekat korban, M. Zaenuri, mengaku terakhir bertemu Daniel sekitar empat hingga lima hari sebelum korban ditemukan meninggal. Ia mengatakan korban dikenal jarang menceritakan persoalan pribadi kepada teman-temannya.

“Kalau masalah pribadi, dia jarang cerita. Saya kurang paham apakah ada masalah atau tidak,” ungkap Zaenuri.

Menurut Zaenuri, Daniel sehari-hari dikenal pernah bekerja sebagai ABK kapal. Saat ini, korban disebut sedang tidak bekerja dan tinggal bersama satu kakak laki-laki serta dua kakak perempuan di rumah tersebut.

Zaenuri mengaku pernah mendengar cerita korban mengenai perselisihan saat bekerja di kapal setelah Lebaran. Namun, ia tidak mengetahui secara rinci pihak yang terlibat maupun apakah persoalan tersebut masih berlanjut hingga sekarang.

“Dulu pernah cerita ada perselisihan sedikit waktu di kapal. Tapi kalau masalah keluarga, setahu saya tidak ada,” paparnya

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk
Sidang Praperadilan Perkara Padepokan Padang Ati Ditunda, Polisi Kirim Surat Resmi
Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit
Foto Sekali Lihat di Fitur What’s App Berujung Pemerasan, Warga Batang Dipaksa Bayar Rp500 Ribu Usai Diancam Gambar Disebar
Polresta Batang Ungkap Peredaran 779 Gram Sabu, Kurir ‘Kuda’ Ditangkap di Banyuputih
Jukir Viral di Pekalongan, Polisi Ingatkan Jangan Paksa Pengendara Bayar Parkir Tak Resmi
Viral Jukir di Jalan Hayam Wuruk, Polisi Bakal Tertibkan Parkir Tak Resmi di Pekalongan
Viral Jukir Diduga Premanisme di Jalan Hayam Wuruk Pekalongan, Polisi Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Sidang Praperadilan Perkara Padepokan Padang Ati Ditunda, Polisi Kirim Surat Resmi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Foto Sekali Lihat di Fitur What’s App Berujung Pemerasan, Warga Batang Dipaksa Bayar Rp500 Ribu Usai Diancam Gambar Disebar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Polresta Batang Ungkap Peredaran 779 Gram Sabu, Kurir ‘Kuda’ Ditangkap di Banyuputih

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB