KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Semakin banyak penumpang kereta api di Stasiun Pekalongan meninggalkan cara boarding konvensional. Hingga Juli 2026, lebih dari 123 ribu pelanggan memilih menggunakan teknologi Face Recognition Boarding Gate, sehingga tak lagi perlu menunjukkan KTP atau mencetak boarding pass sebelum naik kereta.
Perubahan kebiasaan penumpang tersebut terlihat dari data PT KAI Daop 4 Semarang. Selama Januari hingga Juli 2026, sebanyak 123.931 pelanggan kereta api jarak jauh telah memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Pekalongan.
Jumlah itu naik 2.242 pengguna atau sekitar 1,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 121.689 pelanggan.
Teknologi pengenalan wajah ini memungkinkan penumpang yang telah melakukan registrasi cukup memindai wajah di pintu boarding untuk proses verifikasi. Dengan sistem tersebut, penumpang tidak perlu lagi menunjukkan kartu identitas maupun boarding pass cetak.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan peningkatan jumlah pengguna menunjukkan masyarakat mulai terbiasa memanfaatkan layanan digital saat menggunakan transportasi kereta api.
“Face Recognition Boarding Gate memberikan kemudahan nyata bagi pelanggan. Proses boarding menjadi lebih cepat dan praktis, sementara penggunaan kertas juga dapat ditekan secara signifikan,” kata Luqman dalam siaran persnya, Jumat (24/7/2026).
Selain mempercepat antrean menuju peron, penggunaan teknologi tersebut juga berdampak pada pengurangan penggunaan kertas untuk boarding pass. Menurut KAI, sepanjang tujuh bulan pertama 2026, layanan tersebut membantu mengurangi kebutuhan pencetakan tiket fisik sehingga operasional menjadi lebih efisien.
Luqman menyebut semakin banyak pelanggan menggunakan boarding digital, semakin besar pula efisiensi yang diperoleh, baik dari sisi pelayanan maupun penggunaan sumber daya.
“Setiap pelanggan yang memilih boarding digital ikut membantu mengurangi konsumsi material secara bertahap sekaligus mempercepat alur pelayanan di stasiun,” ujarnya.
KAI Daop 4 Semarang memastikan pengembangan layanan berbasis teknologi akan terus dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada penumpang.
“Jadi digitalisasi layanan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis sekaligus mendukung operasional transportasi yang semakin efisien di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD










