BATANG, KANALPLUS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut Jawa Tengah menjadi provinsi dengan capaian tertinggi dalam pelaksanaan program perumahan nasional. Hal itu disampaikannya di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto saat acara akad massal KPR subsidi nasional di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jumat (31/7/2026).
Di tengah pemaparannya mengenai perkembangan program pembiayaan perumahan, Maruarar mengungkapkan Jawa Tengah berhasil mengungguli provinsi lain dalam penyaluran program rumah subsidi.
“Untuk lima provinsi yang paling tinggi, juaranya Jawa Tengah. Terima kasih, Pak, Gubernur,” kata Maruarar.
Ia menyebut posisi berikutnya ditempati Jawa Timur, disusul Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Bali.
Menurut Maruarar, capaian tersebut menunjukkan tingginya kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, BP Tapera, dan para pengembang dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain itu, ia juga mengungkapkan Bank BTN masih menjadi bank penyalur terbesar untuk program rumah subsidi, sedangkan Bank Jateng menjadi bank pembangunan daerah (BPD) dengan penyaluran KPR subsidi terbesar di Indonesia.
“Untuk bank pembangunan daerah, penyalur terbesar juga adalah Bank Jateng, Pak. Terima kasih,” ujarnya.
Tak hanya dari sisi pembiayaan, Maruarar juga memaparkan besarnya dampak ekonomi yang ditimbulkan sektor perumahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perumahan menyerap sekitar 8,657 juta tenaga kerja sepanjang 2025 hingga 2026.
“Artinya sangat banyak tenaga kerja yang terbantu dan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperluas berbagai program pendukung, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, pembangunan rumah subsidi, hingga target 400 ribu rumah yang akan direnovasi melalui program bedah rumah.
Acara yang dipusatkan di Kabupaten Batang itu menjadi pelaksanaan akad massal KPR subsidi terbesar tahun ini dengan melibatkan 62.710 penerima manfaat secara serentak di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto hadir didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, jajaran perbankan, BP Tapera, dan asosiasi pengembang untuk menyaksikan langsung prosesi akad massal tersebut.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













