BATANG, KANALPLUS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang dipusatkan di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, menjadi salah satu pelaksanaan terbesar dalam program perumahan nasional.
Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto, Maruarar melaporkan sebanyak 62.710 penerima manfaat mengikuti akad KPR subsidi secara serentak di seluruh Indonesia. Sebanyak 200 perwakilan debitur hadir langsung di Batang, sementara peserta lainnya mengikuti prosesi dari daerah masing-masing.
“Hari ini kegiatan serentak penerima manfaat rumah subsidi ini sebanyak 62.710,” kata Maruarar dalam sambutannya, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, seluruh data penerima telah diverifikasi secara rinci sebelum dilaporkan kepada Presiden. Data tersebut mencakup identitas penerima, jenis pekerjaan, bank penyalur, besaran cicilan, hingga jangka waktu kredit.
“Semuanya sudah dicek satu per satu sebelum kami laporkan kepada Bapak Presiden,” ujarnya.
Maruarar mengatakan pelaksanaan akad massal tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, BP Tapera, dan 10 bank penyalur KPR subsidi.
Tak hanya melaporkan capaian saat ini, ia juga langsung memberikan tantangan kepada BP Tapera untuk meningkatkan jumlah akad pada kegiatan berikutnya.
Di hadapan Kepala BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Maruarar meminta agar target berikutnya bisa mencapai 71 ribu unit rumah pada akhir tahun.
“Tapera ini sudah tiga kali bekerja sama. Pertama 22 ribu rumah, kedua 55 ribu rumah, dan hari ini 62 ribu rumah. Kami berharap pada 17 Desember 2026 bisa mencapai 71 ribu rumah yang disiapkan Tapera bersama perbankan,” katanya.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir.
Maruarar optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat tren penyaluran rumah subsidi terus meningkat. Menurutnya, dukungan pemerintah, perbankan, pengembang, dan BP Tapera menjadi faktor utama percepatan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Acara akad massal di Batang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, jajaran perbankan, asosiasi pengembang, serta ratusan penerima manfaat KPR subsidi dari berbagai daerah. Selain menyaksikan prosesi akad secara langsung, Presiden juga berdialog dengan sejumlah penerima manfaat sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













