Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polisi mengamankan tujuh anak beserta senjata tajam yang diduga hendak digunakan untuk tawuran di Jalan Raya Tulis - Bandar, Senin (17/8/26) malam. Foto: Istimewa dan ilistrasi AI

Polisi mengamankan tujuh anak beserta senjata tajam yang diduga hendak digunakan untuk tawuran di Jalan Raya Tulis - Bandar, Senin (17/8/26) malam. Foto: Istimewa dan ilistrasi AI

KANAL BATANG – Rencana tawuran yang diduga melibatkan sekelompok remaja di Kabupaten Batang berhasil digagalkan polisi sebelum bentrokan terjadi. Tujuh remaja diamankan setelah warga memergoki mereka berkumpul di Jalan Raya Tulis–Bandar, Senin malam (17/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Lokasi kejadian berada di kawasan perbatasan Desa Candi dan Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar. Kecurigaan warga muncul lantaran sejumlah remaja berkumpul pada malam hari dan sebagian diduga membawa benda yang berpotensi digunakan sebagai senjata.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada personel Polsek Bandar yang tengah melakukan patroli.

Polisi bersama warga bergerak melakukan pencegahan sekaligus menyisir lokasi. Hasilnya, tujuh anak berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Baca Juga :  Kejari Batang Tahan Dua ASN Puskesmas Tersangka Korupsi BOK Rp842 Juta

Tak hanya mengamankan para remaja, polisi juga menemukan sejumlah barang yang memperkuat dugaan adanya persiapan untuk melakukan kekerasan. Barang tersebut terdiri atas satu sabit, satu celurit/kelewang, serta satu sabuk dengan gesper berukuran besar.

Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengatakan, respons cepat warga dan polisi menjadi kunci sehingga dugaan tawuran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bentrokan dan menimbulkan korban.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera memberikan informasi kepada kepolisian. Respons cepat masyarakat dan petugas berhasil mencegah dugaan tawuran sebelum menimbulkan korban,” kata Warsono, Selasa (18/8/2026).

Polisi kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat serta mencari tahu latar belakang berkumpulnya para remaja tersebut.

Baca Juga :  Sprint Rally di KEK Batang Dibatasi 135 Starter, Pemkab Buka Wacana Sirkuit Permanen

Karena yang diamankan masih berstatus anak, proses penanganannya dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan anak dan mengedepankan pendekatan pembinaan.

Warsono juga meminta keluarga, sekolah, pemerintah desa dan masyarakat tidak menganggap remeh aktivitas kelompok remaja, terutama pada malam hari.

Menurutnya, pencegahan tawuran tidak cukup hanya mengandalkan patroli kepolisian. Pengawasan dari lingkungan terdekat dinilai menjadi lapisan pertama untuk mencegah anak terlibat dalam aksi kekerasan.

“Pencegahan tawuran bukan tugas polisi saja. Kita membutuhkan keluarga, sekolah dan lingkungan peduli. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban maupun pelaku kekerasan,” tegasnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB