KANAL BATANG – Rencana tawuran yang diduga melibatkan sekelompok remaja di Kabupaten Batang berhasil digagalkan polisi sebelum bentrokan terjadi. Tujuh remaja diamankan setelah warga memergoki mereka berkumpul di Jalan Raya Tulis–Bandar, Senin malam (17/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Lokasi kejadian berada di kawasan perbatasan Desa Candi dan Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar. Kecurigaan warga muncul lantaran sejumlah remaja berkumpul pada malam hari dan sebagian diduga membawa benda yang berpotensi digunakan sebagai senjata.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada personel Polsek Bandar yang tengah melakukan patroli.
Polisi bersama warga bergerak melakukan pencegahan sekaligus menyisir lokasi. Hasilnya, tujuh anak berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Tak hanya mengamankan para remaja, polisi juga menemukan sejumlah barang yang memperkuat dugaan adanya persiapan untuk melakukan kekerasan. Barang tersebut terdiri atas satu sabit, satu celurit/kelewang, serta satu sabuk dengan gesper berukuran besar.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengatakan, respons cepat warga dan polisi menjadi kunci sehingga dugaan tawuran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bentrokan dan menimbulkan korban.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera memberikan informasi kepada kepolisian. Respons cepat masyarakat dan petugas berhasil mencegah dugaan tawuran sebelum menimbulkan korban,” kata Warsono, Selasa (18/8/2026).
Polisi kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat serta mencari tahu latar belakang berkumpulnya para remaja tersebut.
Karena yang diamankan masih berstatus anak, proses penanganannya dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan anak dan mengedepankan pendekatan pembinaan.
Warsono juga meminta keluarga, sekolah, pemerintah desa dan masyarakat tidak menganggap remeh aktivitas kelompok remaja, terutama pada malam hari.
Menurutnya, pencegahan tawuran tidak cukup hanya mengandalkan patroli kepolisian. Pengawasan dari lingkungan terdekat dinilai menjadi lapisan pertama untuk mencegah anak terlibat dalam aksi kekerasan.
“Pencegahan tawuran bukan tugas polisi saja. Kita membutuhkan keluarga, sekolah dan lingkungan peduli. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban maupun pelaku kekerasan,” tegasnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












