PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Perselisihan terkait bonus perekrutan anak buah kapal (ABK) diduga menjadi pemicu ketegangan antara seorang nahkoda dan bawahannya di Kabupaten Pekalongan. Konflik yang awalnya hanya berkaitan dengan urusan pekerjaan itu akhirnya berujung pada dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam.
Peristiwa tersebut melibatkan MG (32), warga Kabupaten Batang, dan Agus Slamet (45), seorang nahkoda kapal asal Wonokerto Kulon, Kabupaten Pekalongan.
Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto mengatakan, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, pelaku mendatangi korban untuk menanyakan bonus yang sebelumnya dijanjikan atas pekerjaan yang telah dilakukannya.
“Motif sementara yang kami dapatkan, pelaku datang untuk menanyakan bonus yang dijanjikan oleh juru mudi. Nilainya berapa masih kami dalami,” kata Maman kepada wartawan, Rabu (24/6/2026) malam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku beberapa kali mendatangi rumah korban setelah kapal tempat mereka bekerja bersandar. Namun pertemuan yang seharusnya membahas persoalan pekerjaan justru berubah menjadi pertengkaran.
Saat datang untuk ketiga kalinya pada Rabu malam, pelaku diduga membawa sangkur dan terlibat cekcok dengan korban. Dalam situasi memanas itu, pelaku mengarahkan senjata tajam ke arah korban.
Beruntung, nahkoda kapal tersebut berhasil menghindar sehingga tidak mengalami luka.
“Korban dalam keadaan sehat dan saat ini masih dimintai keterangan oleh penyidik,” ujar Maman.
Kejadian itu segera mengundang perhatian warga sekitar. Pelaku yang berusaha melarikan diri berhasil diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan kepada polisi.
Menurut Kapolsek, pelaku sempat diamankan di rumah seorang warga yang merupakan anggota Polri untuk menghindari amukan massa.
“Pelaku sempat diamuk warga sehingga mengalami luka memar di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh. Sekitar sepuluh menit kemudian anggota kami datang dan membawanya ke Polsek,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan pelaku dalam kondisi sadar dan tidak berada di bawah pengaruh minuman keras maupun obat-obatan.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau sangkur yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.
Saat ini penyidik masih mendalami hubungan kerja antara pelaku dan korban, termasuk janji bonus yang menjadi sumber perselisihan. Polisi juga masih mengumpulkan alat bukti untuk menentukan apakah perkara tersebut dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Kami masih melengkapi keterangan dan bukti-bukti. Jika unsur pidananya terpenuhi, tentu akan kami tingkatkan ke tahap penyidikan,” tegas Maman.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













