Festival Kopi DCF 2026 Bukukan Kontrak Pesanan Rp15 Miliar

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 10:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Festival Kopi sukses menembus transaksi hingga Rp 80 juta selama kegiatan dan jalin kontrak penjualan hingga mencapai Rp 15 miliar. Foto: Istimewa

Festival Kopi sukses menembus transaksi hingga Rp 80 juta selama kegiatan dan jalin kontrak penjualan hingga mencapai Rp 15 miliar. Foto: Istimewa

KANAL BANJARNEGARA – Dampak ekonomi Dieng Culture Festival (DCF) 2026 ternyata tak berhenti setelah festival berakhir. Dari rangkaian Festival Kopi yang digelar dalam agenda tersebut, tercatat kontrak pemesanan 150 ton roast bean senilai Rp15 miliar.

Pesanan itu mencakup berbagai jenis kopi, mulai Arabika, Robusta hingga kopi lokal khas Banjarnegara. Produk tersebut rencananya dikirim secara bertahap sepanjang 2027.

Nilai kontrak tersebut belum termasuk transaksi penjualan kopi selama festival berlangsung. Penjualan kopi yang dikonsumsi langsung wisatawan maupun pembelian biji kopi kering tercatat sekitar Rp80 juta.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara, Firman Sapta Adi, mengatakan transaksi tersebut menjadi salah satu hasil penting dari Festival Kopi yang digelar dalam rangkaian DCF 2026.

“Pada Festival Kopi DCF kemarin kami mengundang 14 kabupaten se-Indonesia untuk ikut festival kopi di Dieng Culture Festival. Bahkan ada peserta dari NTT yang meski sedang terkena bencana tetap datang ke Banjarnegara,” kata Firman, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Firman, festival tidak hanya menjadi ruang promosi produk kopi. Pemerintah juga mempertemukan pelaku usaha kopi dari berbagai daerah dengan calon pembeli untuk membuka jaringan pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Jawa Tengah Pacu Energi Hijau, Ribuan Desa Kini Mulai Mandiri Energi

“Hadir juga pelaku kopi dari Sumatera dan Kalimantan yang dibawa oleh Dirjen Kemenkumham serta disupport oleh Bank Indonesia,” ujarnya.

Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan peluang bisnis dalam skala lebih besar. Kesepakatan pembelian yang terjadi selama festival bahkan tidak berhenti pada transaksi di lokasi, tetapi berlanjut menjadi kontrak pasokan untuk sepanjang 2027.

Firman mengatakan pengembangan kopi dalam Festival Kopi DCF tidak hanya membahas perdagangan. Rantai bisnis kopi dibahas dari sisi hulu hingga hilir, mulai budidaya, pemberdayaan petani, kelembagaan, pemasaran, pengolahan hingga hilirisasi.

Banjarnegara memiliki sejumlah wilayah penghasil kopi Arabika, terutama kawasan dataran tinggi seperti Kalibening, Pejawaran, sebagian Pagentan, Wanayasa dan Karangkobar.

Sementara kopi Robusta berkembang di wilayah dengan ketinggian lebih rendah dan suhu yang relatif lebih panas, di antaranya Pagedongan dan Susukan.

Baca Juga :  Keluarga Sutrimo Kaget Dengar Kabar Mulut dan Hidung Berbusa, Sebut Dokumen juga Tidak Pernah Disampaikan

Penguatan identitas produk juga menjadi bagian dari pengembangan kopi Banjarnegara. Kelompok petani dan pelaku usaha didorong memperkuat komoditas melalui skema indikasi geografis.

Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) menjadi salah satu penggerak pengembangan komoditas tersebut, dengan dukungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, mengatakan transaksi kopi tersebut menunjukkan bahwa sebuah festival budaya dapat menciptakan dampak ekonomi yang berlangsung lebih lama dibandingkan durasi acaranya.

Menurut dia, pertemuan antara pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif membuat DCF tidak hanya menjadi agenda wisata tahunan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi produk lokal untuk mendapatkan pasar.

Pemerintah Banjarnegara berencana mempertahankan agenda pengembangan kopi secara berkala untuk memperluas jaringan pasar, termasuk membidik konsumen di luar negeri.

Dengan kontrak 150 ton roast bean senilai Rp15 miliar yang akan direalisasikan sepanjang 2027, aktivitas ekonomi yang dipicu DCF 2026 diperkirakan masih terus bergerak meski festival telah berakhir dan wisatawan meninggalkan kawasan Dieng.

Penulis : Pujud Andriastanto

Editor : Achmad Udin

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi
Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga
Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan
Pemuda Depresi Naik Menara BTS di Cilacap, Tim SAR Bujuk Pakai Rokok dan Makanan
Sehari Usai Disidak, Pabrik Bata Ringan di Banyumas Kembali Produksi
Rafas, Atlet Cilik Banjarnegara Bidik Timnas Usai Sabet Emas Tenis POPDA Jateng

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Belasan Peserta Titip Ternak Klaim Rugi Rp1,7 Miliar, Kasus PT SPI Dilaporkan ke Polisi

Senin, 28 September 2026 - 17:20 WIB

Wali Kota Pekalongan di Mayors Talk Bogor: Kota Tangguh Bermula dari Integritas Moral Pemimpin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Jumat, 18 September 2026 - 07:34 WIB

SPTI Tolak Demo di KEK Kendal: Jangan Ganggu Investasi dan Rezeki Warga

Selasa, 15 September 2026 - 06:10 WIB

Sewa Kios Pasar Mukti Makmur Cilacap Dipersoalkan, Pedagang Soroti Tarif hingga Dasar Penetapan

Berita Terbaru