Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Terdakwa Dwi Hendratmo alias Duwel menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap korban Purwanto alias Gacon di PN Pekalongan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dokter RSI Muhammadiyah Pekajangan ynag dihadirkan JPU, Rabu (3/6/26).

Terdakwa Dwi Hendratmo alias Duwel menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap korban Purwanto alias Gacon di PN Pekalongan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dokter RSI Muhammadiyah Pekajangan ynag dihadirkan JPU, Rabu (3/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Persidangan dugaan kasus penculikan dan kekerasan terhadap Purwanto alias ‘Gacon’ kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekalongan. Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan seorang saksi dari kalangan medis yang menangani korban pasca kejadian.

Saksi yang diperiksa adalah dr. Aulia, dokter umum RSI Muhammadiyah Pekajangan yang menerima dan memeriksa korban pada 26 November 2024.

Di hadapan majelis hakim, dr. Aulia menjelaskan bahwa korban datang ke rumah sakit pada pagi hari dengan diantar sejumlah rekannya. Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi umum korban dinilai masih baik dan dapat berjalan sendiri.

“Pada saat datang kondisi umum pasien baik, tanda-tanda vital juga baik. Kemudian pada pemeriksaan saya menemukan adanya beberapa luka memar di daerah kepala, dahi, dan pelipis,” ungkap saksi saat memberikan keterangan di persidangan yang berlangsung, Rabu (3/6/2026).

Menurut saksi, seluruh luka memar yang ditemukan berada di sisi kiri kepala korban, meliputi bagian kepala, dahi, dan pelipis.

Ketika ditanya majelis yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Ardhianti Prihastuti bersama hakim anggota Veni Wahyu Mustika Rini dan Rino Ardian Wigunadi, mengenai penyebab luka tersebut, dokter Aulia menyebut luka yang dialami korban diduga akibat benturan benda tumpul.

Baca Juga :  BI Tegal Luncurkan Sekolah Lapang Iklim Kopi di Pekalongan, Dorong Ekspor dan Kualitas Petani

“Kalau dari saya, itu disebabkan karena adanya kekerasan benda tumpul,” jawabnya.

Selain mengeluhkan sakit di bagian kepala, korban juga mengaku merasakan nyeri pada lutut kiri.

Dalam keterangannya, dokter Aulia juga mengungkapkan bahwa korban sempat menceritakan dirinya baru saja menjadi korban pemukulan.

“Pasien mengatakan habis dipukuli,” jelas saksi.

Saat ditanya lebih lanjut oleh hakim mengenai siapa yang melakukan pemukulan tersebut, saksi menyebut korban saat itu menyampaikan nama seseorang.

“Habis dipukuli sama preman,” ujar dokter Aulia menirukan keterangan yang diterimanya dari korban saat menjalani pemeriksaan.

Meski mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh, dokter Aulia menilai kondisi korban masih memungkinkan untuk menjalani rawat jalan dengan pemberian obat antinyeri. Namun korban memilih menjalani rawat inap.

Saksi juga menerangkan bahwa dirinya sempat merekomendasikan pemeriksaan penunjang berupa rontgen kepala dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi korban lebih lanjut.

Dalam persidangan, majelis hakim turut mencocokkan keterangan saksi dengan rekam medis elektronik milik rumah sakit yang menjadi bagian dari alat bukti perkara.

Baca Juga :  Polisi Panggil Dua Sejoli Warga Batang Terkait Vidio Pribadi Tersebar Luas

Namun agenda pemeriksaan saksi belum tuntas sepenuhnya. Dari tiga saksi yang dijadwalkan hadir oleh Jaksa Penuntut Umum, hanya satu saksi yang berhasil diperiksa pada persidangan kali ini.

Dua saksi lainnya, termasuk seorang saksi ahli yang dinilai penting dalam pembuktian perkara, tidak hadir di ruang sidang.

Majelis hakim kemudian menegaskan kepada Jaksa Penuntut Umum agar seluruh saksi yang belum diperiksa dapat dihadirkan pada persidangan berikutnya.

“Untuk minggu depan menghadirkan satu orang saksi. Ahli juga harus dihadirkan,” tegas hakim kepada JPU dalam persidangan.

Menanggapi arahan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyatakan masih melakukan koordinasi dengan penyidik terkait jadwal kehadiran saksi ahli.

Majelis hakim akhirnya menunda sidang dan menjadwalkan kembali pemeriksaan saksi pada Rabu, 10 Juni 2026.

Sidang lanjutan pekan depan diperkirakan akan menjadi agenda penting karena selain mendengarkan keterangan saksi yang belum hadir, majelis hakim juga akan menerima keterangan saksi ahli yang dapat memperkuat pembuktian unsur-unsur dalam perkara dugaan penculikan dan kekerasan terhadap Purwanto alias Gacon tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru