KANAL POLITIK – Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Iskandar Zulkarnain meminta Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi lebih berhati-hati menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Iskandar bahkan meminta Budi Arie ‘tobat’ setelah mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kondisi Indonesia yang dinilai tidak baik-baik saja.
“Kalau beliau sudah klarifikasi, harusnya ya tobatlah. Tobatlah kalau saya itu,” kata Iskandar kepada kanalplus.id di Kota Pekalongan, Rabu (26/8/2026) malam.
Menurut Iskandar, Budi Arie yang pernah menjadi pejabat publik semestinya memahami arah kebijakan pemerintahan Prabowo. Ia menilai Prabowo saat ini tengah berupaya mengembalikan kedaulatan Indonesia di berbagai sektor.
Mulai dari kedaulatan ekonomi, energi, politik hingga hukum, kata dia, menjadi bagian dari agenda pemerintahan Prabowo untuk membawa Indonesia menuju target Indonesia Emas 2045.
“Pak Prabowo itu fokus betul bagaimana merekonstruksi perjalanan bangsa dan negara ke depan supaya kita bisa sampai ke tujuan akhirnya Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.
Iskandar juga membantah anggapan bahwa kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ia menilai sejumlah aktivitas masyarakat justru menunjukkan adanya pergerakan ekonomi di tingkat bawah.
Salah satu indikator yang dia soroti adalah semarak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, dusun hingga desa menunjukkan adanya perputaran uang di tengah masyarakat.
“Kalau kita melihat Indonesia dalam keadaan tidak baik-baik saja, itu bohong besar. Fakta di bawah, ekonomi mulai tumbuh, mulai bangkit,” terangnya.
Ia mencontohkan berbagai kebutuhan dalam kegiatan perayaan kemerdekaan, seperti penyewaan pengeras suara, perlengkapan kegiatan, konsumsi hingga berbagai aktivitas masyarakat. Menurutnya, jika seluruh transaksi tersebut dihitung secara nasional, nilai perputaran uangnya cukup besar.
Meski demikian, Iskandar menegaskan kritik tetap boleh disampaikan dalam negara demokrasi. Namun, menurutnya, persaingan politik harus dilakukan melalui jalur konstitusional dan tidak dengan membangun narasi yang menurutnya dapat memicu kegaduhan.
“Kalau memang mau bersaing, ya bersaing secara konstitusional. Ada arenanya,” tuturnya.
Iskandar juga menilai pernyataan Budi Arie terkait pemerintahan Prabowo memiliki arah politik yang dapat dibaca masyarakat. Namun, ia tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai kepentingan di balik pernyataan tersebut.
“Ya arahnya kan jelas. Masyarakat sudah bisa menerjemahkan, sudah bisa menyimpulkan,” paparnya.
Sebagai kader Gerindra sekaligus anggota DPRD Jawa Tengah dari daerah pemilihan 13 yang meliputi Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, Iskandar mengatakan sikapnya tersebut merupakan inisiatif pribadi.
Ia menegaskan tidak ada instruksi khusus dari partai untuk merespons pernyataan Budi Arie.
“Spontan inisiatif dari rekan. Tidak ada arahan,” ungkapnya.
Iskandar mengatakan dirinya bersama Gerindra tetap akan mendukung dan mengawal program pemerintahan Prabowo Subianto. Ia juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami prinsipnya siap mengawal semua program-program pemerintah, perjuangannya Bapak Presiden Prabowo Subianto. Titik itu saja,” tutupnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












