KANAL PERISTIWA – Tim SAR gabungan dibuat repot oleh ulah pemuda yang diduga depresi usai naik ke atas menara BTS setinggi sekitar 75 meter di Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.
Pria bernama Ahmad Nuryasin (30) itu diketahui sudah berada di puncak menara sejak pukul 07.30 WIB, Kamis (10/9/2026). Petugas membutuhkan waktu untuk membujuknya turun hingga akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Supriadi, mengatakan petugas memilih pendekatan lantaran kondisi Ahmad saat berada di atas menara cukup sulit untuk diajak turun secara langsung.
“Untuk upaya penyelamatan anak yang naik ke atas tower kita lakukan dengan cara bujuk rayu dari bawah. Akhirnya dia bersedia turun,” kata Supriadi.
Sebelum turun, petugas sempat melakukan negosiasi dan komunikasi dengan yang bersangkutan. Bahkan, kakaknya didatangkan ke lokasi untuk ikut membujuk agar Ahmad bersedia turun dari menara.
Setelah proses komunikasi berlangsung, petugas akhirnya menemukan cara yang membuat Ahmad lebih tenang dengan memberinya rokok dan makanan.
“Setelah diberi rokok dan makanan, Ahmad berangsur tenang dan sudah bisa kita tolong turun ke bawah lagi,” ujar Supriadi.
Setelah Ahmad bersedia turun, proses evakuasi dilakukan hingga ia berhasil dibawa ke tempat aman sekitar pukul 13.00 WIB.
Mengenai alasan Ahmad naik ke tower, Supriadi mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima tim, Ahmad diduga mengalami gangguan mental. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tindakannya naik ke tower.
“Wah, ini masih kurang tahu karena Saudara Ahmad adalah ODGJ ya. Jadi, mungkin karena mentalnya yang agak terganggu, jadi punya pikiran begitu,” ungkapnya.
Operasi SAR kemudian diusulkan ditutup sekitar pukul 13.15 WIB setelah Ahmad berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













